January 5, 2013

The Legacy

Suatu hari keturunan lo akan bertanya, “knp kita harus hidup, pa?” Dia pastinya adalah anak yang pintar.

Lantas sang bapak menjawab, “nak, aku beda dengan kamu. Yang kutahu aku akan mati, itu sudah pasti. Hidupku adalah agar kau ada. Lalu aku mengajarimu berpikir dan mencerna. Suatu hari aku tersesat, aku memikirkanmu. Bahkan jauh sebelum kau ada sekalipun. Dan nanti suatu hari kau tersesat, jangan khawatir. Krn dlu aku melahirkanmu agar kau jauh lebih baik dariku. Aku mengajarimu hal2 yang kutahu lebih baik dariku, aku mencari ibumu yang kutahu dapat melahirkan dan membesarkanmu lebih baik dari kondisiku. Jangan kau lihat aku saat kau tersesat nantinya. Lihatlah dirimu. Itu nak.”

sang anak pun tersenyum. Aku ingin seperti ayah juga nanti.

Long live, brader!!
5 jan 2013
Tributed to

December 7, 2012

Miss it like hell

Here is my conv with my old fella:

He:
Like working ?
He:
Miss college life.
He:
Lols

Me:
Miss it like hell.
Me:
Cm y mau gmn lg boy.
Me:
Kekeluargaan tanpa batas, ada ketika jika dan hanya jika we are close each other..haha.
Me:
Menyapa lewat chat gak lebih hanya membuat murung kekeluargaan tsb.
Me:
Sigh

End.

November 14, 2012

MK Bubarkan BP Migas

Metro View
Rabu, 14 November 2012 18:43 WIB

MK Bubarkan BP Migas

IBARAT petir di siang hari bolong, itulah kekagetan yang terjadi ketika Mahkamah Konstitusi memutuskan, keberadaan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi bertentangan dengan UUD 1945. Keberadaan BP Migas dinilai menimbulkan inefisiensi, sehingga bisa menjauhkan cita-cita konstitusi di mana kekayaan alam yang dimiliki harus bisa dipergunakan untuk menyejahterakan seluruh rakyat.

Atas dasar itu MK memerintahkan agar pemerintah membubarkan lembaga tersebut. Selanjutnya segala urusan dalam penanganan kontrak kegiatan usaha hulu dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) baik dalam maupun luar negeri dilakukan langsung oleh pemerintah.

Keberadaan BP Migas merupakan konsekuensi dari ditetapkannya UU Migas pada tahun 2002. Segala kegiatan dalam usaha hulu bersama KKKS yang sebelumnya ditangani oleh Pertamina dialihkan kepada lembaga baru yaitu BP Migas.

Sejak pertama kali disetujui DPR pada tahun 2002, UU Migas telah memancing kontroversi. UU tersebut dinilai sarat dengan kepentingan asing, sehingga akibatnya membuka peluang kekayaan alam di dalam perut Bumi yang seharusnya dikuasai oleh negara untuk kesejahteraan seluruh rakyat, justru dikuasai oleh pihak asing.

Berbagai gagasan untuk merevisi UU Migas mulai bermunculan. Namun baru sekarang ini ada langkah yang secara khusus dilakukan. Yang menarik organisasi masyarakat Islam besar seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama yang mengambil inisiatif untuk menggugat keberadaan UU Migas.

MK ternyata sependapat dengan pandangan ormas-ormas Islam yang mengajukan gugatan. Keberadaan BP Migas dinilai berpotensi menimbulkan penyalahgunaan kekuasaan dan menimbulkan inefisiensi yang bisa merugikan rakyat.

Meski kerugian negara belum terjadi, namun MK berpendapat bahwa hal itu harus dihindari. Oleh karena itu langkah yang harus dilakukan untuk menghindari terjadinya kerugian negara adalah dengan membubarkan BP Migas dan mengembalikan kewenangan itu ke pemerintah.

Persoalan yang kita hadapi sekarang adalah putusan MK bukanlah putusan yang bisa diperdebatkan lagi. Keputusan itu langsung berlaku dan mengikat. Tidak ada lagi upaya hukum yang bisa mengubah keputusan MK tersebut.

Oleh karena itu yang dibutuhkan adalah respons kebijakan yang harus dilakukan pemerintah. Bagaimana mencegah jangan sampai ada kekosongan lembaga, kekosongan kepastian hukum, yang bisa mengganggu kegiatan di sektor usaha hulu.

Kita selalu mengingatkan bahwa tidak ada aktivitas hidup sehari-hari yang tidak membutuhkan energi. Untuk memenuhi kebutuhan 10 gram atau 100 gram beras yang kita konsumsi setiap hari, diperlukan adanya ketersediaan energi.

Untuk bisa menghasilkan 10 atau 100 gram beras tadi dibutuhkan sekian gram pupuk. Untuk menghasilkan pupuk itu dibutuhkan gas dan energi. Demikian pula untuk bibitnya, ketika dilakukan rekayasa genetika di dalam laboratorium, juga dibutuhkan energi. Belum lagi untuk menjalankan mesin pengolah tanah dan juga pengolah hasil produksi.

Ketika hasil panen di sawah hendak dibawa ke pasar, juga membutuhkan energi. Demikian pula ketika dibeli oleh masyarakat dan diolah padi itu menjadi beras, di sana juga dibutuhkan energi.

Kita selalu mengatakan bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dibutuhkan pertumbuhan ekonomi. Setiap satu persen pertumbuhan yang ingin kita capai, ada sekian besar kebutuhan energi yang harus kita sediakan.

Sekarang ini kita merasakan bahwa pasokan energi dari dalam negeri semakin hari semakin menurunkan. Produksi minyak nasional sekarang ini di bawah 900.000 barrel per hari. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, kita harus mengimpor minyak sampai 800.000 barrel setiap harinya.

Apabila ingin mengurangi volume impor, maka kita harus meningkatkan produksi dalam negeri. Untuk itu dibutuhkan investasi miliaran dollar AS. Agar orang mau menanamkan modal miliaran dollar, maka yang dibutuhkan adalah kepastian.

Dengan dibubarkannya BP Migas, untuk sementara waktu pasti muncul ketidakpastian. Kecepatan pemerintah untuk melakukan langkah tindakan guna merespons keputusan MK tersebut akan menentukan seberapa lama ketidakpastian itu akan terjadi.

Kita tentu berharap tidak terlalu lama ketidakpastian itu berlangsung. Sebab, kita tidak bisa berhenti untuk mendorong pembangunan. Bahkan kita sudah diingatkan ada potensi kerugian Rp 1 triliun setiap harinya, apabila ketidakpastian itu terjadi. Kita tidak bisa hanya mengeluhkan keputusan MK, tetapi harus mencari jalan keluar terbaik bagi kepentingan seluruh rakyat.

October 9, 2012

Qurban

(Sumber: NU)

Ubudiyyah 

Ketentuan-ketentuan dalam Qurban

09/11/2010 08:46

Istilah udlhiyyah adalah nama untuk hewan qurban yang disembelih pada hari raya qurban (10 Dzulhijjah) dan hari-hari tasyriq, dengan tujuan untuk taqarrub (mendekatkan diri pada Allah). Kata udlhiyyah juga  terkadang digunakan untuk makna tadlhiyyah (berqurban atau melakukan qurban)

Udlhiyyah dengan menggunakan makna tadlhiyyah (melakukan ibadah qurban) hukumnya adalah sunah muakkad bagi setiap orang Islam, baligh, berakal dan mampu. Yang dimaksud mampu di sini adalah orang yang mampu melakukan ibadah qurban, dengan cara menyembelih hewan, bersamaan ia memiliki suatu kelebihan untuk memenuhi kebutuhan hidup untuk dirinya dan orang yang wajib dinafkahinya, pada saat hari raya qurban  dan pada hari tasyrik, yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Namun berqurban hukumnya dapat  menjadi wajib apabila dinadzari. Misalnya jika seseorang berjanji akan berqurban jika ia berhasil mendapatkan prestasi tertentu.

Adapun hewan yang mencukupi dan sah digunakan berqurban adalah:
1. Domba (dlo’nu), apabila sudah berumur satu tahun sempurna dan memasuki tahun yang kedua.
2. Kambing kacang/ jenis kecil (ma’zu), apabila sudah berumur dua tahun sempurna dan memasuki tahun yang ketiga.
3. Sapi, apabila sudah berumur dua tahun sempurna dan memasuki tahun yang ketiga.

Untuk satu ekor unta dan sapi itu mencukupi untuk qurbannya tujuh orang, sedangkan kambing itu hanya mencukupi untuk qurbannya satu orang. Satu orang yang berqurban dengan satu ekor kambing itu hukumnya lebih utama dibanding orang yang berqurban dengan seekor unta atau sapi yang digunakan berqurban secara musyarakah (persekutuan) untuk tujuh orang.

Ada beberapa hal yang menyebabkan hewan tidak sah digunakan berqurban, yaitu:
1. Hewan yang buta salah satu matanya
2. Hewan yang pincang salah satu kakinya, walaupun pincangnya itu terjadi ketika akan disembelih, yaitu ketika dirubuhkan dan ia bergerak dengan sangat kuat.
3. Hewan yang sakit
Seperti sakit yang tampak jelas yang menyebabkan kurus dan dagingnya rusak.
4. Hewan yang sangat kurus hingga menyebabkan hilang akalnya.
5. Hewan yang terputus sebagian atau seluruh telinganya.
6. Hewan yang terputus sebagian atau seluruh ekornya.

Sedangkan hewan yang pecah atau patah tanduknya  itu sah digunakan berqurban, begitu pula hewan yang tidak memiliki tanduk.

Hewan qurban itu diperbolehkan disembelih mulai kira-kira lewatnya waktu yang cukup untuk melakukan dua rakaat dan dua khutbah yang cepat terhitung dari terbitnya matahari pada saat hari idul adlha sampai terbenamnya matahari pada ahir hari tasyriq, yaitu tanggal 13 Dzulhijjah.

Sedangkan waktu penyembelihan yang utama adalah ketika matahari kira-kira tingginya sudah ada satu tombak dalam pandangan mata pada saat hari raya Idul Adha.

Ketentuan dalam Berqurban

Orang yang berqurban diharuskan melakukan niat berqurban ketika menyembelih atau menta’yin (menentukan hewannya) sebelum disembelih

Orang yang mewakilkan penyembelihan hewan qurban (muwakkil), maka sudah dianggap cukup niatnya, dan sudah tidak membutuhkan pada niatnya wakil (orang yang mewakili), bahkan apabila wakil itu tidak mengetahui bahwa muwakkil adalah orang yang berqurban itu juga dianggap cukup (sah).

Diperbolehkan bagi orang yang berqurban untuk menyerahkan niatnya pada orang Islam yang telah terkategori tamyiz, baik ia statusnya sebagai wakil atau bukan.

1. Bagi orang laki-laki hewan qurban sunnah disembelih sendiri, karena itba’ (mengikuti pada Nabi)
2. Bagi orang perempuan sunnah untuk diwakilkan, dan sunah baginya menyaksikan penyembelihan yang dilakukan oleh wakilnya

Bila qurbannya sunnah, bukan qurban yang nadzar, maka diperbolehkan baginya;

1. Sunah baginya memakan daging qurban , satu, dua atau tiga suap, karena untuk tabarruk (mencari berkah) dengan udlhiyyahnya.
2. Diperbolehkan baginya memberi makan (ith’am) pada orang kaya yang Islam
3. Wajib baginya menshadaqahkan daging qurban. Yang paling afdhal adalah  menshadaqahkan seluruh daging qurban, kecuali yang ia makan untuk kesunahan.
4. Apabila orang yang berqurban mengumpulkan antara memakan, shadaqah dan menghadiahkan pada orang lain, maka disunahkan baginya agar tidak memakan di atas sepertiga, dan tidak shadaqah di bawah sepertiganya.
5. Menshadaqahkan kulit hewan qurban, atau membuatnya menjadi perabot dan dimanfaatkan untuk orang banyak, tidak diperbolehkan baginya untuk menjualnya atau menyewakannya.

Melakukan Qurban untuk Orang Lain

Tidak diperbolehkan bagi seseorang melakukan qurban untuk orang lain, tanpa mendapatkan izinnya, walaupun orangnya sudah mati.

Hal ini akan menjadi boleh dan sah apabila mendapatkan izinnya, seperti permasalahan mayit yang telah berwasiat agar dilakukan qurban untuk dirinya, namun ada beberapa pengecualian yang tanpa memandang izinnya orang yang diqurbani, yaitu;
1. Qurban dari  wali (orang yang mengurus harta seseorang)  untuk orang yang tercegah tasharrufnya (hak untuk mengelola harta), seperti untuk orang gila yang ada dalam perwaliannya.
2. Qurban dari imam (pemimpin muslimm) untuk orang-orang Islam yang diambilkan dari Baitul Mal (kas Negara).

Ketentuan dalam Menyembelih Hewan Qurban

Proses penyembelihan hewan qurban didahului dengan:

1. Membaca basmalah
2. Membaca Shalawat pada Nabi
3. Menghadap ke arah kiblat (bagi hewan yang disembelih dan orang yang menyembelih)
4. Membaca takbir 3 kali bersama-sama
5. Berdoa agar qurbannya diterima oleh Allah, orang yang menyembelih mengucapkan;

Rukun penyembelihan itu ada 4, yaitu;
1. Dzabhu (pekerjaan menyembelih)
2. Dzabih (orang yang menyembelih)
3. Hewan yang disembelih
4. Alat menyembelih

Syarat dalam pekerjaan menyembelih adalah memotong hulqum (jalan nafas) dan mari’ (jalan makanan). Hal ini apabila hewannya maqdur (mampu disembelih dan dikendalikan)

Kesunnahannya:

a. Memotong wadajain (dua otot yang ada disamping kanan dan kiri)
b. Menggunakan alat penyembelih yang tajam
c. Membaca bismillah
d. Membaca shalawat dan salam pada Nabi Muhammad. Karena menyembelih itu adalah tempat disyari’atkan untuk ingat pada Allah, maka juga disyari’atkan ingat pada Nabi

Syarat orang yang menyembelih:
a. Orang Islam / orang yang halal dinikahi orang Islam
b. Bila hewannya ghoiru maqdur, maka disyaratkan orang yang menyembelih adalah orang yang bisa melihat. Dimakruhkan sembelihannya orang yang buta, anak yang belum tamyiz  dan orang yang mabuk.

Syarat hewan yang disembelih:
a. Hewannya termasuk hewan yang halal dimakan
b. Masih memiliki hayatun mustaqirrah (kehidupan yang masih tetap), bukan gerakan di ambang kematian kematian.

Syarat alat penyembelih:
Yaitu berupa sesuatu yang tajam yang bisa melukai, selain tulang belulang.

September 28, 2012

Aku Ingin Tahu

Saya tidak paham atas apa yang seharusnya saya lakukan saat ini. Lebih baik saya biarkan saja bagaimana nantinya.

Namun, apa itukah fitrah kita? Dan apakah memaksa pula fitrah kita? Hahaha..nah, saya pun bingung dengan 2 kalimat saya barusan.

Yang jelas, yg kutahu adalah aku ingin tahu.
Haha

September 28, 2012

Aku Ingin Tahu

Saya tidak paham atas apa yang seharusnya saya lakukan saat ini. Lebih baik saya biarkan saja bagaimana nantinya.

Namun, apa itukah fitrah kita? Dan apakah memaksa pula fitrah kita? Hahaha..nah, saya pun bingung dengan 2 kalimat saya barusan.

Yang jelas, yg kutahu adalah aku ingin tahu.
Haha

September 25, 2012

Jarak != Rentang

Banyak pemicu kebosanan. Mulai dari hal yang sangat kecil dan terlebih lagi hal sangat besar.

Mereka menyebut hal ini dengan istilah mood. Benda apa itu?? Saya tidak tertarik bercerita perihal linguistik. Linguistik hanyalah blah blah blah. Asal kalian menyerti maksudku, itu sudah cukup

Saat ada suatu hal yang mengganggu dan kau kira akan merusak ekspekltasimu. Atau kebanyakan kau mengira akan merusak segalanya, maka mungkin disana ada kekecewaan. Kau mungkin berpikir kau salah langkah. Kurasa kau salah, tidak ada yang salah langkah. Salahmu, kau berpikir. Sedemikian hingga menyebabkan pikiranmu yang sederhana tersebut, membuat suatu lukisan kekecewaan yang tersendiri.

Berat memang, terlebih jika kau merasa hidupmu hanya ada dirimu dan otakmu saja, maksudku kau sendiri, maka kekecewaanmu akan teramplifikasi. Istirahatlah, temukan apa yang sebenarnya kau inginkan. Karena aku percaya bahwa setiap kita ada hal kecil dan sangat sederhana yang sangat kita inginkan yang membuat kita tenang kembali. Beberapa orang menyebut hal ini dengan, rokok. Ya, temukan. Buat dirimu tenang. Setelahnya, cobalah untuk tetap tenang.

Jarak tidak selalu berarti rentang. Kau manusia kau mampu berjalan, berlari dan bahkan terbang. Gunakan itu, bukan otakmu.

September 21, 2012

Divine cigarette

Divine cigarettes used to treat cancer

Prodita Sabarini, The Jakarta Post, Jakarta | Wed, 05/19/2010 8:54 AM | Feature

Many in the medical field might raise an eyebrow upon hearing that cigarette smoke can be good for one’s health, given the numerous findings relating tobacco use to an increase in  the risk of cancer.

Yet an Indonesian nanochemistry scientist is treating thousands of cancer patients in her clinic with modified cigarettes.

Seventy-one-year-old Greta Zahar, who holds a PhD in nanochemistry from the Bandung-based University of Padjadjaran, has been researching and developing specially treated cigarettes and cigarette filters, which she dubs the Divine Cigarette and Divine Filter, for more than a decade. She developed a detoxification process called balur (smear) treatment, which uses smoke from Divine Cigarettes as a conduit to capture and extract poisonous metal such as mercury from the body – a process she believes can be beneficial in treating cancer and several other diseases.

Her clinic, Griya Balur, in East Jakarta, has treated more than 30,000 patients, mostly stage three-to-four cancer sufferers, since 1998, she said. Not all patients can be helped and not all complete the full treatment. However, there are several outstanding cases in which patients in the late stages of cancer have significantly recovered after going on the treatment.

Her findings and treatment method were noted by Malang-based molecular biologist Sutiman B. Sumitro and GP Saraswati Subagjo.

The two changed from skeptics to proponents of Divine Cigarettes and the balur treatment when their spouses recovered from cancer after undergoing treatment with Greta. Since then, they have been working on bringing the science behind the Divine Cigarette and balur treatment up to date, by founding the Free Radical Disintegration Research Center. Saraswati also opened her own balur treatment clinic called Rumah Sehat (Healthy House) in 2007 in Malang.
   

***

⁠⁠

Tested: Australian businessman and former diplomat Murray Clapham (left) holds a bag of “divine filters” while researcher Saraswati looks on. JP/Nurhayati

As expected, it is difficult to take the idea of cigarettes as medical treatment into public discourse, Sutiman said. The idea contradicted the mainstream belief that tobacco use is detrimental to health, he said. Sutiman, a non-smoker, said he needed a super computer to do the research to provide solid evidence. Research funds, however, were lacking, he said.

When Australian businessman and former diplomat Murray Clapham underwent the treatment, he wrote an opinion piece in The Jakarta Post about the possibility of specially treated cigarettes as beneficial to health.

His op-ed received a flurry of comments, mostly disagreeing with his claim and assuming that Clapham was a tobacco lobbyist. In his piece, he related Greta’s findings without specifically elaborating on them. Australia’s Sydney Morning Herald newspaper also picked up the “bizarre” claim as news.

***

According to the World Health Organization (WHO), tobacco use is the single most important factor in the risk of cancer. It is responsible for 1.8 million cancer deaths per year. WHO also states that lung cancer kills more people than any other cancer – a trend that is expected to continue until 2030, unless efforts to control global tobacco are greatly intensified.

In Indonesia, a country ranked as one of the top three cigarette consumers in the world with a booming tobacco industry, around 70 percent of Indonesian men older than 20 smoke and 400,000 Indonesians die each year from smoking-related illnesses, according to the WHO. Given the harmful effects of smoking, Muhammadiyah, one of Indonesia’s largest Muslim organizations, released an edict that smoking was haram (prohibited).
 

***

⁠⁠

Divine smoking: Two packages of “Divine Filter” used to heal cancer patients. JP/R. Berto Wedhatama

The scientists explained they were not challenging the claim that commercial cigarettes were toxic.

They said they were challenging the notion that nicotine and tar had detrimental effects to people’s health. Their hypothesis is that commercial cigarettes are dangerous as they contain traces of mercury, a highly toxic metal.

Using biradical theory, Greta developed Divine Cigarettes and Divine Filters by inserting aromatic “scavengers” – substances that react with and remove particular molecules, radicals, in this case mercury. She produces her own cigarettes and filters for her clinic and has developed 38 types of cigarettes.

Greta said that mercury was safe as long as it remained in the ground, but as mining activities boomed in the 1970s more mercury rose into the air. Mercury, combined with pollution and ozone layer destruction – which creates harsher UV sunrays – becomes dangerously radioactive, she said.

Greta said that amalgam tooth fillings, containing elements of mercury, and vaccines with mercury-based thimerosal preservatives, were important factors in the risk of cancer and autism in children.

WHO has confirmed that mercury contained in dental amalgam is the greatest source of mercury vapor in non-industrialized settings, exposing the population to mercury levels significantly exceeding those set for food and air. There are two opposing views from scientists on whether mercury exposure from amalgam fillings causes health problems. One side says that there is not enough evidence to prove it and the other says it does have detrimental effects.

On thimerosal, the WHO’s Global Advisory Committee on Vaccine Safety, concluded that there was currently no evidence of mercury toxicity in infants, children or adults exposed to thimerosal in vaccines.

***

The balur treatment seeks to detoxify the body of mercury, Greta said. Patients lie down on a copper table. Two clinical assistants apply oil solutions to the skin with rubbing and smacking motions to open up the pores. The assistants then fill a large rubber syringe with cigarette smoke, then cover the whole body with smoke. Then they wrap the patient in aluminum foil.

“Usually after three months of treatment, their condition significantly improves. But they still have to be careful,” she said.
 

***

At her clinic, Greta demonstrated how the smoke entered the body. She filled the rubber syringe with smoke, positioned it on her head and pushed out the smoke so it covered the skin, entering the pores.

She repeated the process on the forearm of patient Ala Sulistyono. The smoke entered Ala’s forearm and left a flaky brown residue.

Nicotine is a chemical compound that is miscible with water and easily penetrates the skin. She said that the smoke could reduce the amount of toxins inside the body into nanoscale and extract them from the body.

***

Ala, who was diagnosed with stage three liver cancer in 2008 and was given around six to eight months to live, said that her health had significantly improved after following the treatment. It has been 21 months since her diagnosis, Ala said.

She added that the process was not pleasant, but that it worked for her. She continues to have blood tests and CT scans to document her improvement and she sends the results to Sutiman in Malang.

***

⁠⁠

No longer dangerous? A man smokes a cigarette. Local scientists have developed a method of healing cancer patients by using tobacco and a treatment named balur. JP/J. Adiguna

Lung specialist from the University of Indonesia Ahmad Hudoyo said that new breakthroughs in medical treatment should undergo evidence-based research. He said that they needed to be experimented with on animals and cell cultures before being tried on humans. “If there is no evidence, doctors cannot suggest it,” he said. “What’s important is the research should be transparent and be reviewed by other scientists,” he said.

Sutiman aims to undertake more research on Divine Cigarettes and its possible health benefits, as well as seek funding. He said that long and thorough research, as well as much more evidence was needed before they could publish their findings in international science journals for peer-review.

Greta, however, was not interested in seeking acknowledgment from international scientists. She said the findings in her 13-year PhD research on bi-radical development had not been given any consideration.

“I say that’s a waste of time [seeking acknowledgement from international scientists],” she said. “What’s my purpose? I want to help people. Do I need to announce that everywhere?

“Do we need proof from abroad that this country is special? If people consider you as tempeh, that’s good enough,” she said, lashing out on the Western medical sector’s perception of Indonesian scientists.

“Pak [Su]Timan has assumed a role the international community will accept,” she said of Sutiman’s approach. She said that she only laughed when she heard Clapham wrote an op-ed that provoked many comments. “I say to him, ‘Take that!’ but I also say ‘I am proud of you because you’re brave to set a fire.’”

September 17, 2012

Atlantis

Senin, 17 September 2012

10:13 WIB

Teknologi » Sains

Kota Atlantis yang Hilang, Antara Fakta dan Dongeng
Berbeda degan legenda lain, asal mula kisah Atlantis diketahui.

Gambaran Kota Atlantis yang hilang ditelan lautan.

Elin Yunita Kristanti | Senin, 17 September 2012, 10:06 WIB

VIVAnews —  Keberadaan Atlantis atau Atlas yang berperadaban maju menjadi misteri yang belum terpecahkan selama ribuan tahun. Ada yang percaya dialog Plato, Timaeus dan Critias, yang ditulis sekitar 330 Sebelum Masehi adalah sebuah perumpamaan dari sebuah kejadian nyata di masa lalu. Tentang hilangnya sebuah peradaban akibat bencana alam.

Lainnya menganggap, itu tak lebih dari sekedar mitos, dongeng. Artikel yang dimuat situs sains LiveScience ini mendukung anggapan yang kedua:

Pada tahun 1800-an, penganut mistis Madame Blavatsky mengklaim mempelajari soal Atlantis dari seorang guru asal Tibet. Seabad kemudian, Edgar Cayce meramalkan Atlantis akan ditemukan pada 1969, dan pada  tahun 1980-an, seorang mistis New Age, J.Z. Knight mengklaim telah mempelajari Atlantis dari Ramntha, seorang roh prajurit. Ribuan buku, majalah, dan situs khusus diterbitkan untuk Atlantis. Ia masih menjadi topik populer hingga saat ini.

Asal-usul Atlantis

Tak seperti banyak legenda yang tak jelas asal muasalnya, kita tahu persis kapan dan di mana kisah tentang Atlantis kali pertama muncul. Yakni dalam dua dialog Plato.

Meski saat ini, Atlantis seringkali diyakini sebagai sebuah utopia yang indah, Atlantis yang dideskripsikan Plato dalam kisahnya sangat berbeda. Dalam buku, Frauds, Myths and Mysteries: Science and Pseudoscience in Archaeology, seorang guru besar arkeologi, Ken Feder berpendapat, kisah Plato adalah tentang, “kerajaan setan yang berteknologi tinggi tapi moralnya bangkrut, Atlantis. Yang bernafsu menguasai dunia dengan kekuatannya.”

Lawannya, yang kemudian mengalahkannya adalah sekelompok kecil manusia yang murni secara spiritual, memiliki prinsip moral, dan tak korup: masyarakat Athena kuno. Warga Athena dikisahkan mampu  mengalahkan lawan mereka jauh lebih kuat hanya melalui kekuatan semangat mereka.

Sebagai propaganda, legenda Atlantis lebih tentang Athena yang heroik daripada kisah tentang peradaban yang musnah. Feder menambahkan, dalam hal ini, jelas bahwa Plato membuat Atlantis sebagai plot untuk kisahnya, sebab, tak ada catatan lain tentang keberadaan kota modern itu. Jika benar ia ada, pastinya akan banyak teks Yunani yang  menyebutnya, atau setidaknya, mengungkap tentang sebuah tempat yang luar biasa. Tak ada bukti legenda itu sebelum Plato menuliskannya.

Benua yang “hilang”

Meski asal-usulnya condong ke fiksi, banyak orang selama berabad-abad mengklaim, ada kebenaran yang tersembunyi dari mitos itu, bersepekulasi di mana Atlantis akan ditemukan. Ada banyak “ahli Atlantis” yang mengaku menemukan benua yang hilang, didasarkan pada serangkaian fakta yang sama. Di antaranya, Samudra Atlantik, Antartika, Bolivia, Turki, Jerman, Malta, Karibia, juga Indonesia.

Berangkat dari tulisan Plato, lokasi Atlantis telah digambarkan: laut yang bisa dilayari saat itu, di depan mulut “pilar-pilar Herkules”, terdapat pulau yang lebih luas dari Libya dan Asia disatukan.”

Dengan kata lain, Atlantis versi Plato ada di Samudera Atlantik di luar “pilar Hercules” yaitu, Selat Gibraltar, di mulut Mediterania. Namun, tak ada jejak Atlantis yang ditemukan meski teknik oseanografi dan pemetaan bawah laut telah berkembang pesat dalam beberapa dekade. Selama hampir dua milenium, orang-orang mencari-cari kota yang tenggelam di laut.

Meski banyak misteri lautan yang belum terungkap, tak mungkin ahli kelautan, penyelam, dan robot bawah laut melewatkan daratan yang “lebih luas dari Libya dan Asia yang disatukan”. 

Lempeng tektonik juga menunjukan Atlantis tidak masuk akal. Sebab, dasar laut terus bergerak, tidak ajeg. Tak ada tempat lowong bagi Atlantis untuk menghilang. Secara geologis jelas tak mungkin ada permukaan tanah besar yang tenggelam di area di mana Plato menyebut sebagai lokasi Atlantis. Baik Arkaelogi dan geologi memberikan vonis jelas: Tidak ada benua Atlantik. Tidak ada peradaban besar bernama Atlantis.

Salah tafsir

Salah satu cara untuk membuat Atlantis misterius adalah dengan cara menfasirkan asal-usul dan pesan moral, juga mengubah detail dalam kisah Plato, dengan mengklaim bahwa itu mengambil kisah kejadian nyata. Dalam bukunya Lost Continents, L. Sprague de Camp mengungkapkan hal itu.  “Anda tidak dapat mengubah semua rincian cerita Plato dan masih mengklaim memiliki cerita Plato sebagai dasar.”

Dia menambahkan, itu seperti mengatakan Raja legendaris Arthur  ‘sesungguhnya’ adalah Cleopatra. “Semua yang Anda harus lakukan adalah mengubah jenis kelaminnya Cleopatra, kebangsaan, periode, temperamen, karakter moral, dan rincian lainnya, dan kemiripan menjadi jelas. ”

Dia menambahkan, legenda Atlantis tetap hidup, didorong oleh imajinasi publik dan daya tarik dengan gagasan utopia, tentang sebuah kota yang tersembunyi. Padahal, ada satu tempat di mana Atlantis tidak pernah hilang: di dalam buku Plato. 

Sumber: LiveScience, eh

© VIVA.co.id

September 14, 2012

Boby says love

“You say you Love the Rain, but you use an umbrella to walk under it. You say you Love the Sun, but you seek shade when it’s shining. You say you Love the Wind, but when it comes you close your window. So that’s why I’m scared when you say you Love Me.”

-Bob Marley