25Des

Dear *** dan *******

Aku bukan orang yg paham betul soal hukum agama. Yg bisa dipastikan bahwa aku menjalani agama. Kenyataan bahwa pengetahuan dan wawasan yg tidak cukup namun ttp tidak ingin berlogika. Takut tidak pantas.

Anyway. Aku menjalani kewajiban agama dengan caraku dan dengan apa yg kupahami. Dan menolak berselisih bahkan berkomentar dengan bagaimana cara org menjalankan agama mereka. Satu hal, krn kurangnya wawasan dangan pengetahuan, sehingga aku pun menolak membangkang dengan hukum agama.

Bukan sebuah ucapan selamat, barangkali. Namun yg kalian harus paham adl, aku pun turut berbahagia krn klian pun bahagia. Tidak ada lagi ungkapan respek yg pantas diucapkan selain ungkapan kesamaan rasa. Disatu hal, klise dg ucapan selamat, yg kebanyakan berbungkus pita yg cantik namun kosong tanpa simpati

Sekian
^^

Advertisements

Lapangan segitiga

Pagi ini kembali bertemu dengannya. Seperti bertumpuk rindu. Dan memang begitu. Merindu yang membuatmu haru. Dan kalian menangis

Lapangan segitiga. Apakah benar begitu adanya? Hanya ingin menangis. Spt tadi. Knp tidak bisa? Ini sangat sakit

Snp
5/10/2013
~04.00 wita

Dancing Queen

Mungkin ini hanya bercanda. Jika kau membacanya, maafkan. Lupakan tulisan ini.

You’re the dancing queen. Like ABBA told us. Termasuk lirik didalamnya. Simply, I miss that.

In Harmonia

Setibanya kau disana. Kau gigit itu rumput gan! Kau camkan rasanya, lalu berdoa kau setelah itu. Ingat negaramu!!

Tributed to fella.

Gagasan

Ada banyak cara bagaimana suatu gagasan terbentuk. Bagaimana cara yang paling ideal, menurut hemat saya, sebuah gagasan berawal?

Manusia memiliki pikiran, akal. Yang membedakan mereka dengan makhluk lainnya. Setiap saat kita berpikir. Terlebih pada saat kita mendapatkan stimulus. Stimulus hari ini muncul dengan cara yang acak, random. Stimulus tersebut tentunya tidak berurutan.

Pengalaman membekali kita suatu point of view dan frame berpikir. Melalui belajar banyak hal, kita dapat mengaitkan banyak hal dengan lugas. Dan dengan cepat pula kita dapat mengeliminasi stimulus atau informasi yang tidak penting.

Mengapa ada informasi yang tidak penting. Seorang guru pernah berkata, “informasi itu seperti tubuh, ada otot, tulang, dsb. Namun adapun ‘fat’ adalah informasi yang tidak penting”. Dapat diketahui bahwa fat harus dibakar. Dan bukan berarti pula fat tersebut tidak berguna. Ia digunakan untuk sumber energi setelah karbohidrat yg digunakan habis. Oleh karenanya, fat dalam konteks informasi pun berguna untuk memberi backup terhadap maksud dari informasi. Akan tetapi, tetap harus dibakar.

Setelah kita dapat mengaitkan berbagai stimulus tersebut, barulah kita kemudian dapat mengeliminasi fat tersebut, sampai akhirnya kita menemukan the whole point dari the whole random information. Akan selalu ada point penting dari sekelumit stimulus yang berdatangan. Dan tentunya hal ini dapat 1,2,3.. Sebanyak suatu deret aritmatika.

Point yang dimaksudkan tersebutlah yang kita sebut gagasan. Gagasan, yang dapat berupa suatu hal resesif maupun heroik yang itu kemudian dapat dijabarkan melalui pandangan bahkan sikap.

Happy sunday.

The Legacy

Suatu hari keturunan lo akan bertanya, “knp kita harus hidup, pa?” Dia pastinya adalah anak yang pintar.

Lantas sang bapak menjawab, “nak, aku beda dengan kamu. Yang kutahu aku akan mati, itu sudah pasti. Hidupku adalah agar kau ada. Lalu aku mengajarimu berpikir dan mencerna. Suatu hari aku tersesat, aku memikirkanmu. Bahkan jauh sebelum kau ada sekalipun. Dan nanti suatu hari kau tersesat, jangan khawatir. Krn dlu aku melahirkanmu agar kau jauh lebih baik dariku. Aku mengajarimu hal2 yang kutahu lebih baik dariku, aku mencari ibumu yang kutahu dapat melahirkan dan membesarkanmu lebih baik dari kondisiku. Jangan kau lihat aku saat kau tersesat nantinya. Lihatlah dirimu. Itu nak.”

sang anak pun tersenyum. Aku ingin seperti ayah juga nanti.

Long live, brader!!
5 jan 2013
Tributed to

Miss it like hell

Here is my conv with my old fella:

He:
Like working ?
He:
Miss college life.
He:
Lols

Me:
Miss it like hell.
Me:
Cm y mau gmn lg boy.
Me:
Kekeluargaan tanpa batas, ada ketika jika dan hanya jika we are close each other..haha.
Me:
Menyapa lewat chat gak lebih hanya membuat murung kekeluargaan tsb.
Me:
Sigh

End.

Aku Ingin Tahu

Saya tidak paham atas apa yang seharusnya saya lakukan saat ini. Lebih baik saya biarkan saja bagaimana nantinya.

Namun, apa itukah fitrah kita? Dan apakah memaksa pula fitrah kita? Hahaha..nah, saya pun bingung dengan 2 kalimat saya barusan.

Yang jelas, yg kutahu adalah aku ingin tahu.
Haha

Aku Ingin Tahu

Saya tidak paham atas apa yang seharusnya saya lakukan saat ini. Lebih baik saya biarkan saja bagaimana nantinya.

Namun, apa itukah fitrah kita? Dan apakah memaksa pula fitrah kita? Hahaha..nah, saya pun bingung dengan 2 kalimat saya barusan.

Yang jelas, yg kutahu adalah aku ingin tahu.
Haha

Blog at WordPress.com.

Up ↑