Archive for ‘Reposted’

November 8, 2013

7 Fakta menarik tentang efek kafein pada tubuh

Jumat, 8 November 2013 10:13:00
Reporter : Kun Sila Ananda

7 Fakta menarik tentang efek kafein pada tubuh
 
Selama beberapa tahun, peneliti dan ilmuwan terus memperhatikan efek kafein pada tubuh. Hingga saat ini, peneliti masih tak pasti apakah kafein baik atau buruk. Pasalnya, kafein bisa memberikan efek buruk dan juga efek baik pada tubuh manusia.

Apa yang bisa terjadi pada tubuh setelah minum kafein? Ini dia faktanya, seperti dilansir oleh Mag for Women.

1. Efek kafein sangat bergantung pada tubuh dan sistem saraf seseorang. Tak hanya itu, efek kafein juga dipengaruhi oleh berat badan, jenis kelamin, dan faktor lainnya. Namun yang perlu diketahui adalah bahwa efek kafein akan terus bertahan selama delapan jam.

2. Sangat jelas bahwa kafein mempengaruhi jantung dan darah. Kafein yang mulai masuk ke pembuluh darah akan membuat jantung berdetak lebih kencang dan memompa darah lebih cepat. Untuk itu, kafein sangat berbahaya bagi orang yang memiliki hipertensi atau tekanan darah tinggi. Mengonsumsi banyak kafein bisa menyebabkan mereka mengalami stroke.

3. Kebanyakan produk kafein seperti kopi, cokelat, dan teh juga mengandung antioksidan yang bisa mencegah penuaan dan bahkan kanker. Selain itu, produk yang mengandung kafein juga mengandung asam lemak dan beberapa vitamin. Pada sisi ini, kafein bisa memberikan manfaat bagi tubuh manusia.

4. Namun kafein juga bisa memberikan dampak negatif bagi tubuh. Kafein bisa mengganggu proses pencernaan dengan menenangkan otot-otot pencernaan. Hal ini membuat proses pencernaan berjalan lambat. Untuk itu, sebaiknya hindari minum teh atau kopi setelah makan. Setidaknya tunggu sampai setengah jam atau satu jam setelah makan jika Anda ingin menikmati minuman atau makanan yang mengandung kafein, termasuk beberapa jenis obat yang diketahui mengandung kafein.

5. Kafein jelas mempengaruhi sistem saraf. Terlalu banyak mengonsumsi kafein juga bisa memberikan dampak yang ekstrem seperti tangan yang terus bergetar, merasa pusing dan mual, atau merasa cemas sepanjang waktu.

6. Kebanyakan orang mengonsumsi minuman berkafein dengan gula. Hal ini sebenarnya tak baik karena akan menyusahkan kerja pankreas. Pankreas akan memproduksi lebih banyak insulin untuk mencerna gula tersebut sehingga akan terjadi lonjakan insulin pada tubuh dan darah. Hal ini tentunya tak baik, terutama bagi penderita diabetes.

7. Efek kafein pada tubuh terkadang mirip dengan stres. Untuk itu, jika Anda sudah banyak mengalami stres, sebaiknya tak usah mengonsumsi kafein. Karena bisa jadi tubuh Anda akan mengalami stres ganda akibat kafein yang dikonsumsi.

Itulah beberapa efek kafein pada tubuh. Ada efek positif, namun juga ada efek negatif. Selama Anda mengetahui takaran yang baik untuk mengonsumsi kafein, tak masalah untuk meminumnya. Namun perhatikan agar konsumsi kafein tak sampai berlebihan dan merusak kesehatan Anda.

http://m.merdeka.com/sehat/7-fakta-menarik-tentang-efek-kafein-pada-tubuh.html

Advertisements
October 9, 2012

Qurban

(Sumber: NU)

Ubudiyyah 

Ketentuan-ketentuan dalam Qurban

09/11/2010 08:46

Istilah udlhiyyah adalah nama untuk hewan qurban yang disembelih pada hari raya qurban (10 Dzulhijjah) dan hari-hari tasyriq, dengan tujuan untuk taqarrub (mendekatkan diri pada Allah). Kata udlhiyyah juga  terkadang digunakan untuk makna tadlhiyyah (berqurban atau melakukan qurban)

Udlhiyyah dengan menggunakan makna tadlhiyyah (melakukan ibadah qurban) hukumnya adalah sunah muakkad bagi setiap orang Islam, baligh, berakal dan mampu. Yang dimaksud mampu di sini adalah orang yang mampu melakukan ibadah qurban, dengan cara menyembelih hewan, bersamaan ia memiliki suatu kelebihan untuk memenuhi kebutuhan hidup untuk dirinya dan orang yang wajib dinafkahinya, pada saat hari raya qurban  dan pada hari tasyrik, yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Namun berqurban hukumnya dapat  menjadi wajib apabila dinadzari. Misalnya jika seseorang berjanji akan berqurban jika ia berhasil mendapatkan prestasi tertentu.

Adapun hewan yang mencukupi dan sah digunakan berqurban adalah:
1. Domba (dlo’nu), apabila sudah berumur satu tahun sempurna dan memasuki tahun yang kedua.
2. Kambing kacang/ jenis kecil (ma’zu), apabila sudah berumur dua tahun sempurna dan memasuki tahun yang ketiga.
3. Sapi, apabila sudah berumur dua tahun sempurna dan memasuki tahun yang ketiga.

Untuk satu ekor unta dan sapi itu mencukupi untuk qurbannya tujuh orang, sedangkan kambing itu hanya mencukupi untuk qurbannya satu orang. Satu orang yang berqurban dengan satu ekor kambing itu hukumnya lebih utama dibanding orang yang berqurban dengan seekor unta atau sapi yang digunakan berqurban secara musyarakah (persekutuan) untuk tujuh orang.

Ada beberapa hal yang menyebabkan hewan tidak sah digunakan berqurban, yaitu:
1. Hewan yang buta salah satu matanya
2. Hewan yang pincang salah satu kakinya, walaupun pincangnya itu terjadi ketika akan disembelih, yaitu ketika dirubuhkan dan ia bergerak dengan sangat kuat.
3. Hewan yang sakit
Seperti sakit yang tampak jelas yang menyebabkan kurus dan dagingnya rusak.
4. Hewan yang sangat kurus hingga menyebabkan hilang akalnya.
5. Hewan yang terputus sebagian atau seluruh telinganya.
6. Hewan yang terputus sebagian atau seluruh ekornya.

Sedangkan hewan yang pecah atau patah tanduknya  itu sah digunakan berqurban, begitu pula hewan yang tidak memiliki tanduk.

Hewan qurban itu diperbolehkan disembelih mulai kira-kira lewatnya waktu yang cukup untuk melakukan dua rakaat dan dua khutbah yang cepat terhitung dari terbitnya matahari pada saat hari idul adlha sampai terbenamnya matahari pada ahir hari tasyriq, yaitu tanggal 13 Dzulhijjah.

Sedangkan waktu penyembelihan yang utama adalah ketika matahari kira-kira tingginya sudah ada satu tombak dalam pandangan mata pada saat hari raya Idul Adha.

Ketentuan dalam Berqurban

Orang yang berqurban diharuskan melakukan niat berqurban ketika menyembelih atau menta’yin (menentukan hewannya) sebelum disembelih

Orang yang mewakilkan penyembelihan hewan qurban (muwakkil), maka sudah dianggap cukup niatnya, dan sudah tidak membutuhkan pada niatnya wakil (orang yang mewakili), bahkan apabila wakil itu tidak mengetahui bahwa muwakkil adalah orang yang berqurban itu juga dianggap cukup (sah).

Diperbolehkan bagi orang yang berqurban untuk menyerahkan niatnya pada orang Islam yang telah terkategori tamyiz, baik ia statusnya sebagai wakil atau bukan.

1. Bagi orang laki-laki hewan qurban sunnah disembelih sendiri, karena itba’ (mengikuti pada Nabi)
2. Bagi orang perempuan sunnah untuk diwakilkan, dan sunah baginya menyaksikan penyembelihan yang dilakukan oleh wakilnya

Bila qurbannya sunnah, bukan qurban yang nadzar, maka diperbolehkan baginya;

1. Sunah baginya memakan daging qurban , satu, dua atau tiga suap, karena untuk tabarruk (mencari berkah) dengan udlhiyyahnya.
2. Diperbolehkan baginya memberi makan (ith’am) pada orang kaya yang Islam
3. Wajib baginya menshadaqahkan daging qurban. Yang paling afdhal adalah  menshadaqahkan seluruh daging qurban, kecuali yang ia makan untuk kesunahan.
4. Apabila orang yang berqurban mengumpulkan antara memakan, shadaqah dan menghadiahkan pada orang lain, maka disunahkan baginya agar tidak memakan di atas sepertiga, dan tidak shadaqah di bawah sepertiganya.
5. Menshadaqahkan kulit hewan qurban, atau membuatnya menjadi perabot dan dimanfaatkan untuk orang banyak, tidak diperbolehkan baginya untuk menjualnya atau menyewakannya.

Melakukan Qurban untuk Orang Lain

Tidak diperbolehkan bagi seseorang melakukan qurban untuk orang lain, tanpa mendapatkan izinnya, walaupun orangnya sudah mati.

Hal ini akan menjadi boleh dan sah apabila mendapatkan izinnya, seperti permasalahan mayit yang telah berwasiat agar dilakukan qurban untuk dirinya, namun ada beberapa pengecualian yang tanpa memandang izinnya orang yang diqurbani, yaitu;
1. Qurban dari  wali (orang yang mengurus harta seseorang)  untuk orang yang tercegah tasharrufnya (hak untuk mengelola harta), seperti untuk orang gila yang ada dalam perwaliannya.
2. Qurban dari imam (pemimpin muslimm) untuk orang-orang Islam yang diambilkan dari Baitul Mal (kas Negara).

Ketentuan dalam Menyembelih Hewan Qurban

Proses penyembelihan hewan qurban didahului dengan:

1. Membaca basmalah
2. Membaca Shalawat pada Nabi
3. Menghadap ke arah kiblat (bagi hewan yang disembelih dan orang yang menyembelih)
4. Membaca takbir 3 kali bersama-sama
5. Berdoa agar qurbannya diterima oleh Allah, orang yang menyembelih mengucapkan;

Rukun penyembelihan itu ada 4, yaitu;
1. Dzabhu (pekerjaan menyembelih)
2. Dzabih (orang yang menyembelih)
3. Hewan yang disembelih
4. Alat menyembelih

Syarat dalam pekerjaan menyembelih adalah memotong hulqum (jalan nafas) dan mari’ (jalan makanan). Hal ini apabila hewannya maqdur (mampu disembelih dan dikendalikan)

Kesunnahannya:

a. Memotong wadajain (dua otot yang ada disamping kanan dan kiri)
b. Menggunakan alat penyembelih yang tajam
c. Membaca bismillah
d. Membaca shalawat dan salam pada Nabi Muhammad. Karena menyembelih itu adalah tempat disyari’atkan untuk ingat pada Allah, maka juga disyari’atkan ingat pada Nabi

Syarat orang yang menyembelih:
a. Orang Islam / orang yang halal dinikahi orang Islam
b. Bila hewannya ghoiru maqdur, maka disyaratkan orang yang menyembelih adalah orang yang bisa melihat. Dimakruhkan sembelihannya orang yang buta, anak yang belum tamyiz  dan orang yang mabuk.

Syarat hewan yang disembelih:
a. Hewannya termasuk hewan yang halal dimakan
b. Masih memiliki hayatun mustaqirrah (kehidupan yang masih tetap), bukan gerakan di ambang kematian kematian.

Syarat alat penyembelih:
Yaitu berupa sesuatu yang tajam yang bisa melukai, selain tulang belulang.

September 21, 2012

Divine cigarette

Divine cigarettes used to treat cancer

Prodita Sabarini, The Jakarta Post, Jakarta | Wed, 05/19/2010 8:54 AM | Feature

Many in the medical field might raise an eyebrow upon hearing that cigarette smoke can be good for one’s health, given the numerous findings relating tobacco use to an increase in  the risk of cancer.

Yet an Indonesian nanochemistry scientist is treating thousands of cancer patients in her clinic with modified cigarettes.

Seventy-one-year-old Greta Zahar, who holds a PhD in nanochemistry from the Bandung-based University of Padjadjaran, has been researching and developing specially treated cigarettes and cigarette filters, which she dubs the Divine Cigarette and Divine Filter, for more than a decade. She developed a detoxification process called balur (smear) treatment, which uses smoke from Divine Cigarettes as a conduit to capture and extract poisonous metal such as mercury from the body – a process she believes can be beneficial in treating cancer and several other diseases.

Her clinic, Griya Balur, in East Jakarta, has treated more than 30,000 patients, mostly stage three-to-four cancer sufferers, since 1998, she said. Not all patients can be helped and not all complete the full treatment. However, there are several outstanding cases in which patients in the late stages of cancer have significantly recovered after going on the treatment.

Her findings and treatment method were noted by Malang-based molecular biologist Sutiman B. Sumitro and GP Saraswati Subagjo.

The two changed from skeptics to proponents of Divine Cigarettes and the balur treatment when their spouses recovered from cancer after undergoing treatment with Greta. Since then, they have been working on bringing the science behind the Divine Cigarette and balur treatment up to date, by founding the Free Radical Disintegration Research Center. Saraswati also opened her own balur treatment clinic called Rumah Sehat (Healthy House) in 2007 in Malang.
   

***

⁠⁠

Tested: Australian businessman and former diplomat Murray Clapham (left) holds a bag of “divine filters” while researcher Saraswati looks on. JP/Nurhayati

As expected, it is difficult to take the idea of cigarettes as medical treatment into public discourse, Sutiman said. The idea contradicted the mainstream belief that tobacco use is detrimental to health, he said. Sutiman, a non-smoker, said he needed a super computer to do the research to provide solid evidence. Research funds, however, were lacking, he said.

When Australian businessman and former diplomat Murray Clapham underwent the treatment, he wrote an opinion piece in The Jakarta Post about the possibility of specially treated cigarettes as beneficial to health.

His op-ed received a flurry of comments, mostly disagreeing with his claim and assuming that Clapham was a tobacco lobbyist. In his piece, he related Greta’s findings without specifically elaborating on them. Australia’s Sydney Morning Herald newspaper also picked up the “bizarre” claim as news.

***

According to the World Health Organization (WHO), tobacco use is the single most important factor in the risk of cancer. It is responsible for 1.8 million cancer deaths per year. WHO also states that lung cancer kills more people than any other cancer – a trend that is expected to continue until 2030, unless efforts to control global tobacco are greatly intensified.

In Indonesia, a country ranked as one of the top three cigarette consumers in the world with a booming tobacco industry, around 70 percent of Indonesian men older than 20 smoke and 400,000 Indonesians die each year from smoking-related illnesses, according to the WHO. Given the harmful effects of smoking, Muhammadiyah, one of Indonesia’s largest Muslim organizations, released an edict that smoking was haram (prohibited).
 

***

⁠⁠

Divine smoking: Two packages of “Divine Filter” used to heal cancer patients. JP/R. Berto Wedhatama

The scientists explained they were not challenging the claim that commercial cigarettes were toxic.

They said they were challenging the notion that nicotine and tar had detrimental effects to people’s health. Their hypothesis is that commercial cigarettes are dangerous as they contain traces of mercury, a highly toxic metal.

Using biradical theory, Greta developed Divine Cigarettes and Divine Filters by inserting aromatic “scavengers” – substances that react with and remove particular molecules, radicals, in this case mercury. She produces her own cigarettes and filters for her clinic and has developed 38 types of cigarettes.

Greta said that mercury was safe as long as it remained in the ground, but as mining activities boomed in the 1970s more mercury rose into the air. Mercury, combined with pollution and ozone layer destruction – which creates harsher UV sunrays – becomes dangerously radioactive, she said.

Greta said that amalgam tooth fillings, containing elements of mercury, and vaccines with mercury-based thimerosal preservatives, were important factors in the risk of cancer and autism in children.

WHO has confirmed that mercury contained in dental amalgam is the greatest source of mercury vapor in non-industrialized settings, exposing the population to mercury levels significantly exceeding those set for food and air. There are two opposing views from scientists on whether mercury exposure from amalgam fillings causes health problems. One side says that there is not enough evidence to prove it and the other says it does have detrimental effects.

On thimerosal, the WHO’s Global Advisory Committee on Vaccine Safety, concluded that there was currently no evidence of mercury toxicity in infants, children or adults exposed to thimerosal in vaccines.

***

The balur treatment seeks to detoxify the body of mercury, Greta said. Patients lie down on a copper table. Two clinical assistants apply oil solutions to the skin with rubbing and smacking motions to open up the pores. The assistants then fill a large rubber syringe with cigarette smoke, then cover the whole body with smoke. Then they wrap the patient in aluminum foil.

“Usually after three months of treatment, their condition significantly improves. But they still have to be careful,” she said.
 

***

At her clinic, Greta demonstrated how the smoke entered the body. She filled the rubber syringe with smoke, positioned it on her head and pushed out the smoke so it covered the skin, entering the pores.

She repeated the process on the forearm of patient Ala Sulistyono. The smoke entered Ala’s forearm and left a flaky brown residue.

Nicotine is a chemical compound that is miscible with water and easily penetrates the skin. She said that the smoke could reduce the amount of toxins inside the body into nanoscale and extract them from the body.

***

Ala, who was diagnosed with stage three liver cancer in 2008 and was given around six to eight months to live, said that her health had significantly improved after following the treatment. It has been 21 months since her diagnosis, Ala said.

She added that the process was not pleasant, but that it worked for her. She continues to have blood tests and CT scans to document her improvement and she sends the results to Sutiman in Malang.

***

⁠⁠

No longer dangerous? A man smokes a cigarette. Local scientists have developed a method of healing cancer patients by using tobacco and a treatment named balur. JP/J. Adiguna

Lung specialist from the University of Indonesia Ahmad Hudoyo said that new breakthroughs in medical treatment should undergo evidence-based research. He said that they needed to be experimented with on animals and cell cultures before being tried on humans. “If there is no evidence, doctors cannot suggest it,” he said. “What’s important is the research should be transparent and be reviewed by other scientists,” he said.

Sutiman aims to undertake more research on Divine Cigarettes and its possible health benefits, as well as seek funding. He said that long and thorough research, as well as much more evidence was needed before they could publish their findings in international science journals for peer-review.

Greta, however, was not interested in seeking acknowledgment from international scientists. She said the findings in her 13-year PhD research on bi-radical development had not been given any consideration.

“I say that’s a waste of time [seeking acknowledgement from international scientists],” she said. “What’s my purpose? I want to help people. Do I need to announce that everywhere?

“Do we need proof from abroad that this country is special? If people consider you as tempeh, that’s good enough,” she said, lashing out on the Western medical sector’s perception of Indonesian scientists.

“Pak [Su]Timan has assumed a role the international community will accept,” she said of Sutiman’s approach. She said that she only laughed when she heard Clapham wrote an op-ed that provoked many comments. “I say to him, ‘Take that!’ but I also say ‘I am proud of you because you’re brave to set a fire.’”

September 17, 2012

Atlantis

Senin, 17 September 2012

10:13 WIB

Teknologi » Sains

Kota Atlantis yang Hilang, Antara Fakta dan Dongeng
Berbeda degan legenda lain, asal mula kisah Atlantis diketahui.

Gambaran Kota Atlantis yang hilang ditelan lautan.

Elin Yunita Kristanti | Senin, 17 September 2012, 10:06 WIB

VIVAnews —  Keberadaan Atlantis atau Atlas yang berperadaban maju menjadi misteri yang belum terpecahkan selama ribuan tahun. Ada yang percaya dialog Plato, Timaeus dan Critias, yang ditulis sekitar 330 Sebelum Masehi adalah sebuah perumpamaan dari sebuah kejadian nyata di masa lalu. Tentang hilangnya sebuah peradaban akibat bencana alam.

Lainnya menganggap, itu tak lebih dari sekedar mitos, dongeng. Artikel yang dimuat situs sains LiveScience ini mendukung anggapan yang kedua:

Pada tahun 1800-an, penganut mistis Madame Blavatsky mengklaim mempelajari soal Atlantis dari seorang guru asal Tibet. Seabad kemudian, Edgar Cayce meramalkan Atlantis akan ditemukan pada 1969, dan pada  tahun 1980-an, seorang mistis New Age, J.Z. Knight mengklaim telah mempelajari Atlantis dari Ramntha, seorang roh prajurit. Ribuan buku, majalah, dan situs khusus diterbitkan untuk Atlantis. Ia masih menjadi topik populer hingga saat ini.

Asal-usul Atlantis

Tak seperti banyak legenda yang tak jelas asal muasalnya, kita tahu persis kapan dan di mana kisah tentang Atlantis kali pertama muncul. Yakni dalam dua dialog Plato.

Meski saat ini, Atlantis seringkali diyakini sebagai sebuah utopia yang indah, Atlantis yang dideskripsikan Plato dalam kisahnya sangat berbeda. Dalam buku, Frauds, Myths and Mysteries: Science and Pseudoscience in Archaeology, seorang guru besar arkeologi, Ken Feder berpendapat, kisah Plato adalah tentang, “kerajaan setan yang berteknologi tinggi tapi moralnya bangkrut, Atlantis. Yang bernafsu menguasai dunia dengan kekuatannya.”

Lawannya, yang kemudian mengalahkannya adalah sekelompok kecil manusia yang murni secara spiritual, memiliki prinsip moral, dan tak korup: masyarakat Athena kuno. Warga Athena dikisahkan mampu  mengalahkan lawan mereka jauh lebih kuat hanya melalui kekuatan semangat mereka.

Sebagai propaganda, legenda Atlantis lebih tentang Athena yang heroik daripada kisah tentang peradaban yang musnah. Feder menambahkan, dalam hal ini, jelas bahwa Plato membuat Atlantis sebagai plot untuk kisahnya, sebab, tak ada catatan lain tentang keberadaan kota modern itu. Jika benar ia ada, pastinya akan banyak teks Yunani yang  menyebutnya, atau setidaknya, mengungkap tentang sebuah tempat yang luar biasa. Tak ada bukti legenda itu sebelum Plato menuliskannya.

Benua yang “hilang”

Meski asal-usulnya condong ke fiksi, banyak orang selama berabad-abad mengklaim, ada kebenaran yang tersembunyi dari mitos itu, bersepekulasi di mana Atlantis akan ditemukan. Ada banyak “ahli Atlantis” yang mengaku menemukan benua yang hilang, didasarkan pada serangkaian fakta yang sama. Di antaranya, Samudra Atlantik, Antartika, Bolivia, Turki, Jerman, Malta, Karibia, juga Indonesia.

Berangkat dari tulisan Plato, lokasi Atlantis telah digambarkan: laut yang bisa dilayari saat itu, di depan mulut “pilar-pilar Herkules”, terdapat pulau yang lebih luas dari Libya dan Asia disatukan.”

Dengan kata lain, Atlantis versi Plato ada di Samudera Atlantik di luar “pilar Hercules” yaitu, Selat Gibraltar, di mulut Mediterania. Namun, tak ada jejak Atlantis yang ditemukan meski teknik oseanografi dan pemetaan bawah laut telah berkembang pesat dalam beberapa dekade. Selama hampir dua milenium, orang-orang mencari-cari kota yang tenggelam di laut.

Meski banyak misteri lautan yang belum terungkap, tak mungkin ahli kelautan, penyelam, dan robot bawah laut melewatkan daratan yang “lebih luas dari Libya dan Asia yang disatukan”. 

Lempeng tektonik juga menunjukan Atlantis tidak masuk akal. Sebab, dasar laut terus bergerak, tidak ajeg. Tak ada tempat lowong bagi Atlantis untuk menghilang. Secara geologis jelas tak mungkin ada permukaan tanah besar yang tenggelam di area di mana Plato menyebut sebagai lokasi Atlantis. Baik Arkaelogi dan geologi memberikan vonis jelas: Tidak ada benua Atlantik. Tidak ada peradaban besar bernama Atlantis.

Salah tafsir

Salah satu cara untuk membuat Atlantis misterius adalah dengan cara menfasirkan asal-usul dan pesan moral, juga mengubah detail dalam kisah Plato, dengan mengklaim bahwa itu mengambil kisah kejadian nyata. Dalam bukunya Lost Continents, L. Sprague de Camp mengungkapkan hal itu.  “Anda tidak dapat mengubah semua rincian cerita Plato dan masih mengklaim memiliki cerita Plato sebagai dasar.”

Dia menambahkan, itu seperti mengatakan Raja legendaris Arthur  ‘sesungguhnya’ adalah Cleopatra. “Semua yang Anda harus lakukan adalah mengubah jenis kelaminnya Cleopatra, kebangsaan, periode, temperamen, karakter moral, dan rincian lainnya, dan kemiripan menjadi jelas. ”

Dia menambahkan, legenda Atlantis tetap hidup, didorong oleh imajinasi publik dan daya tarik dengan gagasan utopia, tentang sebuah kota yang tersembunyi. Padahal, ada satu tempat di mana Atlantis tidak pernah hilang: di dalam buku Plato. 

Sumber: LiveScience, eh

© VIVA.co.id

July 21, 2012

Tips berbuka puasa (reposted)

MENU BUKA PUASA PALING SEHAT adalah:

Segelas air agak hangat 15-20 menit kemudian fresh juice atau buah-buahan segar yg “moderat” seperti pepaya, apel kupas, melon, pear dll tanpa kulit..
hindari yg agak ekstrim spt nanas, durian, mangga dan sejenisnya
30 menit kemudian barulah makan agak besar..

Mengapa? Ada 3 alasan utama:

ALASAN 1:
Perut masih kosong dan konsentrasi asam lambung agak tinggi ditandai dgn “aroma” mulut yg berbeda akibat hawa asam lambung yg naik.
Untuk itu perlu “diencerkan” dengan segelas air hangat2 kuku. Dan baik untuk sedikit menguras ginjal dan menambah persediaan air tubuh yg telah hilang selama hampir 14 jam

ALASAN 2:
Tubuh perlu asupan energi seketika (instant) yg biasanya didpt dari gula. Oleh karena itu asupan fruktosa (karbohidrat sederhana) dari juice atau buah segar akan langsung mengisi energi kita.
Mengapa bukan gula?
Karena gula hanya glukosa tanpa nutrisi.

ALASAN 3:
Juice atau buah segar akan 100% manfaatnya bagi tubuh saat diminum atau dimakan dengan perut kosong sama sekali. Karena life enzymenya akan bisa diserap semuanya oleh sistem pencernaan tubuh kita.
Namun tenggang minimal 30 menit untuk ke makan besarnya.
Jangan campur juice atau buah segar dengan gula, kopi, susu atau apa pun. Biarkan juice dan buah masuk secara independen.

Pola Buka Puasa ini sudah merupakan setengah detoksikasi karena lambung betul-betul dalam keadaan kosong dan saluran pencernaan dalam keadaan santai saat mencerna nutrisi dan life enzyme dari juice atau buah segar tersebut.

Semoga bermanfaat…

NOTE:
Konon, akan lebih baik buah utuh – tidak juice. Karena, proses “mengunyah” bermanfaat menerbitkan enzym liur yang teramat dibutuhkan dalam proses pencernaan.
Kalau tidak, akan menguras “enzym induk” (cadangan) yang senantiasa stand by menjaga kebutuhan aneka enzym (enzym jantung, enzym ginjal dll).

May 2, 2012

Bapak pendidikan kita (repost kompasiana)

Bapak Pendidikan Kita: Daendels atau Ki Hadjar Dewantara?

Oleh: Anton Dwisunu Hanung Nugrahanto | 02 May 2012 | 14:30 WIB

Bapak Pendidikan Nasional itu sebenarnya bukan Ki Hadjar Dewantoro, karena apa yang dikenalkan oleh Ki Hadjar Dewantoro sama sekali tak digubris oleh Pemerintahan Republik Indonesia, Pendidikan Taman Siswa tak pernah jadi indikator pendidikan nasional kita, kurikulum pendidikan Taman Siswa tak pernah dijadikan basis dalam sistem pedagogi kita.
Kita ini senang mengunggul-ungguli simbol tapi gagap pada substansi, Ki Hadjar Dewantoro diagung-agungken jadi Bapak Pendidikan, tapi Taman Siswa sendiri hidup tak mau matipun enggan, Taman Siswa seperti sekolah rakyat yang tak tersentuh, jauh dari sekolah para dewa, sekolah internasional dan sekolah negeri yang beracuan pada pendidikan barat.
Bapak Pendidikan secara realistis harus diberikan kepada Daendels, sebab dia-lah penguasa di Nusantara pertama yang menciptakan sistem sekolah rakyat. Pada bulan Juni 1810, di Cirebon Daendels melihat bahwa rakyat sama sekali tak dapat pendidikan aksara, tak mendapat pendidikan mengenal lingkungannya. Lalu ia berbicara dengan Pangeran Cirebon untuk segera dibentuk ‘Sekolah Ronggeng’. Pada dasarnya sekolah ronggeng adalah sekolah pertama kali yang memadukan sistem pendidikan barat dengan sistem pendidikan timur dimana siswa didik dikenalkan pada lingkungannya dengan melek huruf, disini berarti ada pertemuan antara ketercerahan jiwa dengan ketercerahan intelektual.

Daendels terobsesi dengan pemikiran Descartes yang ingin mengenalkan ilmu pengetahuan kepada banyak orang – di masa lalu Descartes menjebol buku-buku berbahasa latin ke bahasa Perancis yang juga berarti bahasa rakyat banyak, apa yang dilakukan Descartes berlawanan dengan sakralitas ilmu pengetahuan di Eropa pada masanya, tapi Descartes menjawab “Ilmu pengetahuan bukanlah barang suci, ia sekedar informasi dan setiap orang berhak atas informasi yang disampaikan ilmu pengetahuan-. ,
Memang ada kesan congkak dalam pemimpin cabutan Napoleon Bonaparte ini, tapi tugas utama Daendels di Jawa yang membangun benteng pertahanan melawan Inggris, juga ia lakukan dengan membangun skema pendidikan dalam tahapan paling dasarnya.
Pada tahun 1811 di Batavia, Daendels melihat begitu banyak kematian bayi-bayi, dan tidak adanya perawatan kesehatan. Daendels memerintahkan dibentuknya sekolah bidan. “Sekolah Bidan” Daendels bisa dikatakan sebagai sekolah kedokteran tahap pertama sebelum adanya sistem pendidikan yang sistematis pada masa-masa selanjutnya.
Daendels mencatat semua persoalan-persoalan penduduk pribumi dalam sebuah arsip, namun manifestasi persoalan penduduk pribumi. Setelah era Daendels datanglah era Raffles dimasan Sir Thomas Stamford Raffles, tidak diperhatikan pendidikan rakyat, Raffles tergila-gila pada ilmu pengetahuan, ia tak peduli dengan pembagian informasi ilmu pengetahuan, Raffles malah membangun perpustakaannya sendiri, kemudian setelah kematiannya di Singapura perpustakaannya jadi sumber penyumbang terbesar bagi perkembangan ilmu sejarah, sosiologi dan arkeologi Asia Tenggara ke Perpustakaan London, salah satu yang menikmati hasil kerja keras Raffles adalah Karl Marx dan Marx sendiri khusus menyebutkan Raffles ke dalam salah satu karya terbesarnya ‘Das Kapital’. Namun kerja Raffles sama sekali tak menyentuh akar-akar pendidikan rakyat. Begitu juga Gubernur-Gubernur Jenderal selanjutnya seperti Van den Bosch yang lebih terobsesi mengembalikan biaya-biaya perang Diponegoro dengan kerja rodi di banyak perkebunan.
Bila Daendels bisa dikatakan Bapak Pendidikan di Nusantara, maka Van Heutz bisa dikatakan Bapak Pembuka Sistem Pendidikan. Van Heutz adalah Gubernur Jenderal terbesar pada masa Hindia Belanda, dimasa dia-lah seluruh Nusantara dijadikan satu jaringan sistem pemerintahan yang tertib dan teratur. Setelah pidato-nya yang terkenal di Lapangan Banteng 10 Mei 1907 terntang kesempurnaan geopolitik di wilayah Hindia Belanda, setelah pidato itu ia mengumpulkan seluruh penggede Hindia Belanda dan akan melakukan politik pendidikan rakyat, disini Van Heutz membentuk sistem sekolah desa, sebagai alat pencerdasan rakyat dan memberantas buta huruf, rakyat harus dikenalkan pada dunia baca dan dunia tulis sehingga pikirannya berkembang. -Dimasa Van Heutz pula dibicarakan tentang gagasan sekolah peralihan (Schakel School). Disini Van Heutz menerapkan dasar-dasar pedagogi yang secara sistematis mengenalkan dunia aksara dan dunia hitung lewat sistem yang lebih teratur, Van Heutz juga membaca arsip-arsip yang dilaporkan pada masa Daendels, dan keinginan Daendels membangun sistem pendidikan modern di Jawa sebagai uji coba sistem pendidikan bagi anak pribumi, Van Heutz juga membaca laporan-laporan tentang perkembangan politik di Parlemen Belanda yang menuntut adanya sistem pendidikan teratur di Hindia Belanda, Parlemen Belanda yang pada waktu itu dikuasai dua kelompok besar : Sosialis dan Liberal menuntut dengan satu suara “Hidupkan Sistem Pendidikan Pribumi”.

Sistem pendidikan yang diteriakan kelompok Van Deventer itu tak pernah sampai ke meja Gubernur Jenderal Hindia Belanda, sampai Van Heutz membentuk inisiatifnya sendiri membangun sistem pendidikan yang progresif.
Apa yang dilakukan Van Heutz ini disempurnakan oleh Idenburg dan lebih sempurna lagi pada masa Van Limburg Stirum dengan memasukkan sistem kurikulum paling teratur dan terintegrasi, sistem kurikulum Van Limburg Stirum sampai sekarang masih digunakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.
Sebenarnya sekolah-sekolah modern dibangun di Indonesia sudah ada sejak 1850, hanya saja pembangunannya itu bertahap, seperti sekolah pendidikan (Kweekschool) itu didirikan pada tahun 1852 di Surakarta. Namun seluruhnya belum teratur dan masih dalam rangkaian proses, substansi seluruh sistem pendidikan baru secara serius digarap dan dijadikan pedoman pedagogis pada tahun 1918 pada masa Van Limburg Stirum ini.
Kesempurnaan seluruh entitas pendidikan terjadi pada tahun 1918. Di Hindia Belanda sudah ada pendidikan kejuruan yang amat efektif seperti sekolah dagang (handels onderweijs), sekolah pertanian (landbouw onderweijs), sekolah pertukangan (amaatsch leergang) dan sekolah pertukangan berbahasa Belanda (Ambaatchsschool).
Sekolah-sekolah formal akademis dari HIS sampai HBS atau AMS dan Universiteit dibangun dimana-mana. Jadi dimasa ketika Ki Hadjar Dewantoro membangun Taman Siswa ini bukan sebagai pembentuk sistem pendidikan nasional, tapi perlawanan terhadap substansi kebangsaan pendidikan nasional.
Berdirinya Taman Siswa tak lepas dari diskusi panjang dua minggu yang dilakukan oleh Ki Hadjar Dewantoro (waktu itu nama resminya masih Suwardi Suryoningrat), Drs. Raden Mas Pandji Sosrokartono, dan Ki Ageng Suryomentaram tentang hakikat kebangsaan, dialog-dialog mereka amat panjang dan menyentuh pada persoalan kemanusiaan dan rasa jiwa manusia, sehingga dicetuskanlah ide membangun pendidikan berorientas kebangsaan. Beberapa tahun kemudian setelah diskusi panjang itu berdiri sekolah Taman Siswa di Yogyakarta pada tahun 1922.

Pendidikan Taman Siswa adalah pendidikan perlawanan, awal dari mula-mula diuji coba untuk melawan kurikulum Belanda dengan sistem pendidikan yang tak mengasingkan anak didik kepada bangsanya. Ini substansi dari berdirinya Taman Siswa. Namun perkembangan Taman Siswa ke depan malah dilindas dalam laju sejarah, Taman Siswa gagal menjadi sistem alternatif pendidikan, kecuali nama Ki Hadjar Dewantoro yang seakan-akan menjadi simbol atas pendidikan nasional kita.
Adalah Ki Said, salah seorang guru Taman Siswa yang paling terkenal dan mengepalai sekolah Taman Siswa di Djakarta antara tahun 1945-1966, Ki Said mengembangkan sistem pendidikan Taman Siswa dengan amat revolusioner yaitu : “Bahwa setiap orang memiliki bakatnya, setiap orang memiliki takdir atas bakatnya” patokan adagium Ki Said inilah yang kemudian menjadi dasar-dasar pengembangan Pendidikan Taman Siswa di Djakarta, dan hasilnya di masa Ki Said, Taman Siswa menyumbangkan seniman-seniman besar Indonesia seperti : Benyamin S dan pelawak Ateng.

Benyamin S mengenang, pendidikan Taman Siswa-lah yang membuat ia mencintai dengan amat sangat bangsa sendiri, ia tidak merasa malu menyanyikan lagu-lagu betawi karena pendidikan Taman Siswa ini, ia bangga berhadapan dengan gengsi lagu asing, karena ia merasa bahwa lagu yang ia bawakan adalah identitas paling awal kemanusiaannya. Ki Said telah membentuk karakter Benyamin S dari seorang anak bandel tukang catut menjadi seniman paling legendaris yang dimiliki bangsa Indonesia.

Ki Said amat mencintai Bung Karno, suatu waktu di awal tahun 1966, Ki Said didatangi mahasiswa-mahasiswa KAMI yang menentang Bung Karno, ia dipaksa menyuarakan kutukan terhadap Bung Karno, tapi apa jawab Ki Said “Bung Karno-lah yang mengenalkan anak-anak seluruh Indonesia di tahun 1945 tentang rasa cinta kepada bangsa sendiri, Bung Karno-lah yang membentuk -nation- Indonesia, itu Bung Karno-ku, perkara Bung Karno yang suka main perempuan, yang kalian cap tak mampu membangun ekonomi bangsanya di tahun 1966, itu Bung Karno kalian, dan aku tak ingin mengutuk sedikitpun Bung Karno-ku-.
Kesadaran Nasional adalah inti dari pendidikan Taman Siswa, inti dari pemikiran Ki Hadjar Dewantoro, apabila sistem pendidikan nasional tak menghasilkan kesadaran nasional, kebanggaan sebagai bangsa, kebanggaan bahwa kita adalah bangsa yang mampu menyumbangkan kebudayaan dunia, membentuk peradaban baru, maka jangan sekali-kali kalian menyatakan Bapak Pendidikan Nasional kalian adalah Ki Hadjar Dewantoro, tapi secara realitas memanglah Bapak Pendidikan Nasional kalian adalah Daendels, karena Daendels membangun pendidikan tanpa jiwa nasionalisme ia hanya ingin menyebarkan ilmu pengetahuan, sama seperti orang tua sekarang yang lebih bangga anaknya bisa bahasa Inggris di tempat-tempat umum ketimbang lancar berbahasa Indonesia.

Kepada Ki Hadjar, kepada Ki Said bangsa Indonesia berterima kasih telah dibentuk jiwanya.

-Anton DH Nugrahanto- , Jakarta 2 Mei 2012-.

April 30, 2012

saya takut hidup di jakarta! (repost)

Saya Takut Hidup di Jakarta!

Oleh: Budiman Hakim | 27 April 2012 | 17:01 WIB

Benarkah Negeri ini bangsa yang ramah tamah? Dulu iya mungkin, tapi sekarang? Liat aja berita di TV, isinya cuma bentrok, rusuh, amuk dan tawuran. Saya kadang suka sengaja ga mau liat berita untuk beberapa waktu sebab enerji negatif dari berita kerusuhan selalu membuat saya depresi.

Saya jauh lebih suka nonton Kick Andy di Metro TV. Program ini memberi enerji positif sekaligus mengingatkan kita bahwa ternyata masih ada loh orang baik di negeri ini.  Acara seperti ini harusnya diperbanyak karena berfungsi sebagai balance terhadap berita-berita kisruh yang membuat kita muak dan capek hati ngedengernya.

Sayangnya, walau berenti ngeliat berita, hidup kita belum tentu menjadi lebih tenang. Ke mana pun kita pergi, kita harus waspada. Bukan sekali dua kali saya terjebak berjam-jam dalam kemacetan luar biasa gara-gara ada demo.

Pernah juga saya lagi asyik di kafe, tau-tau ada ormas islam menyerang dan menghancurkan isi kafe sambil berteriak-teriak, “Allahu Akbar!” Untunglah saya diam-diam berhasil menyelinap dan pergi dari tempat itu tanpa kurang suatu apapun.

Yang terakhir, saya kejebak di antara tawuran anak-anak SMA yang mengakibatkan mobil saya penyok-penyok akibat lemparan batu. Buset deh! Mana mobil saya ga diasuransi pula. Alhamdulillah sampe sekarang saya belum pernah ketemu sama gank motor….jangan sampe deh!

Dulu saya kira, masyarakat kita cuma sok jagoan kalo mereka lagi berkelompok, tapi ternyata pikiran saya salah. Ceritanya begini:

Peristiwa 1.

Setelah makan siang di restoran di bilangan Sudirman, saya jalan kaki pulang ke kantor bersama seorang temen sekantor. Kami memutuskan untuk jalan kaki karena selain tempatnya ga terlalu jauh, jam makan siang di Jalan Jenderal Sudirman selalu macetnya parah.

Nah, lagi asyik-asyiknya jalan sambil ngobrol ngalor ngidul, tiba-tba terdengar klakson motor kenceng banget di belakang kami. Karena merasa aman sudah berjalan di trotoar, kami ga ambil pusing dengan suara klakson itu. Sekonyong-konyong suara klakson dan gas ditekan sangat kenceng sudah berada beberapa senti di belakang kami.

“Wooi!!! Minggir! Mau mati lo?!!! teriak si pengendara motor.

Rupanya karena terlalu macet, banyak motor naik ke atas trotoar untuk mencari jalan. Karena ga merasa bersalah, kami pura-pura ga denger dan juga ga mau minggir. Begitu juga para pejalan kaki yang lain. Dan apa yang terjadi?

Brak! Pengendara motor itu tiba-tiba menghantamkan helmya ke punggung saya keras banget. Saya tentu saja marah bukan main dan menghampiri pengendara motor tersebut.

“Heh ngapain lo mukul gue?” bentak saya.

“Kenapa lo ga minggir? Lo mau mampus ya? Udah tau gue mau lewat.” Habis bekata begitu dia memasang posisi berantem dengan helm sebagai senjata.

“Eh Tong, ini trotoar. Lo udah salah kenapa malah lo yang marah?” Saya bales membentak.

“Lo kan liat jalanan macet. Ngalah dikit dong sama motor yang mau lewat.” Dia malah ngebalas lebih galak lagi.

“Hei Tong. Yang namanya trotoar itu buat pejalan kaki, sana lo balik lagi ke jalan.” sahut saya kesel banget.

“Lo mau jadi jagoan ya? Lo ga tau siapa gue ya?” Orang itu semakin murka dan mendorong tubuh saya, tapi kali ini saya udah siap. Saya ngeles ke samping lalu balas ngedorong badannya. Si pengendara motor terhuyung lalu menyerang lagi dengan helmnya. Dan ga lama kemudian terjadilah perkelahian di atara kami.

Beberapa orang dari kerumunan berusaha memisahkan kami. Dan ga lama kemudian ada polisi dateng dan turut membantu memisahkan kami. setelah suasana reda, polisi menanyakan penyebab perkelahian pada semua orang. Setelah itu dia menghampiri si pengendara motor.

“Kamu yang salah!” hardik Si Polisi, “Udah tau trotoar buat pejalan kaki, kamu bisa saya tilang tau?”

“Silakan kalo mau tilang tapi bapak juga harus menilang mereka semua.” kata Si Pengendara motor seraya menunjuk puluhan motor yang juga ada di atas trotoar.

Si Polisi keliatan kebingungan.

“Jangan main-main sama saya. saya ini pengacara!!” kata orang itu lagi menggeretak Si Polisi.

Lucunya bukannya menindak orang itu,  Si Polisi malah nyamperin saya, “Kamu yang salah. Kenapa kamu ga membiarkan orang lain lewat?”

Lah? Gimana sih ini polisi? Bukannya polisi yang bikin peraturan berlalu-lintas? Saya yang ga ngelanggar aturan kok ikut-ikutan disalahin?

“Loh bukannya Bapak yang bilang tadi kalo trotoar buat pejalan kaki?”

“Iya betul tapi kalo kamu ngalah sedikit, keributan ini tidak perlu terjadi. Jadi kamu yang menyebabkan keributan.” sahut polisi ini lagi.

Sontoloyo! Kalo penegakan hukum harus diselipin sama kompromi ya pantes aja hukum ga jalan. Pantes aja orang ga takut melanggar peraturan dan undang-undang.

Peristiwa 2.

Kali ini peristiwanya terjadi hari minggu. Saya mau berkunjung ke rumah temen saya di daerah Pulo Raya. Letaknya cukup mudah dicapai, ditambah hari minggu pula, jadinya perjalanan dapat ditempuh sangat cepat. Nah, ketika saya mau belok ke jalan satu arah, saya langsung belok tanpa menginjak rem.

Ciiiiit!!!!Astaghfirullah! Ampir aja saya nabrak mobil yang datang frontal ke arah saya. Gimana nih orang? Jalan satu arah kok dilabrak seenaknya? Dan yang lebih aneh lagi, dia ngelakson saya sambil tangannya mengibas-ngibas nyuruh saya minggir. Saya bales aja ngelakson sambil ngibas-ngibasin tangan juga nyuruh dia yang minggir. Karena sama-sama ngelakson, bisinglah daerah itu dengan klakson kami berdua.

Capek ngadu klakson, akhirnya saya ke luar dari mobil dan menghampiri mobil tersebut. Ternyata pengemudinya masih muda banget, usianya sekitar 25 tahun kira-kira. Orang itu juga ke luar dari mobilnya sambil menenteng stick softball. Ga tau deh buat apa, buat ngegetok kepala saya kali.

“Mas, jalan ini satu arah, kalo mau ke jalan besar, mundur dikit terus belok di jalan yang sebelah sana.” kata saya dengan suara halus.

“Jalan ini kan cukup buat dua mobil, lo kan bisa minggir dikit supaya gue lewat.” sahut orang itu dengan suara keras.

“Ngapain gue minggir? Ini kan jalan satu arah?” jawab saya ga mau kalah karena merasa benar.

“Eh, gue anak kampung sini. Lo mau minggir atau gue ancurin mobil lo! Minggir ga?!!!” katanya mengancam sambil mengayun-ayunkan stick softballnya.

“Oh silakan kalo mau ngancurin mobil.” tukas saya sambil mundur dan memberi jalan buat dia menghantam mobil saya.

Ngeliat sikap saya, anak itu semakin emosi. Dia terus memaki-maki dengan suara memekakan telinga, sementara saya cuma menatap matanya sambil menulikan telinga,

Saking kencengnya teriakan anak itu, penduduk sekitar pada ke luar rumah dan mencari tahu apa yang terjadi. Dan bener loh, ternyata dia orang sini, buktinya semua orang pada mengenal dia. Ngeliat banyak tetangganya dateng, orang bertongkat softball itu makin mendapat angin.

“Liat nih orang sekampung udah pada dateng. Lo mau minggir apa gue ancurin mobil lo?” katanya sambil melemparkan senyum kemenangan.

“Silakan ancurin.” kata saya mempersilakan orang itu.

“Anjing lo!!! OK mobil lo gue ancurin sekarang juga.” teriaknya sambil berlari dengan beringas menghampiri mobil saya. Stick softball diangkat tinggi siap menghantam.

“Tunggu…tunggu…tunggu..!!!” Kerumunan orang juga berlari dan mencegah perbuatannya.

Orang itu terus berteriak-teriak memaki saya, untungnya penduduk terus memegangi sehingga selamatlah mobil saya dari mara bahaya.

Suasana makin tegang, beberapa orang menghampiri dan meminta saya meminggirkan mobil agar anak itu bisa lewat. Ada yang caranya membujuk dengan suara manis, ada yang mengancam dan ada pula yang netral. Tapi saya ga bergeming. Saya bingung bukan main! Kenapa ga ada satupun orang yang nyuruh anak itu mundur? Kan saya ga salah? Kan jalan ini satu jalur, kenapa saya yang harus mengalah? aneh banget kan?

Ga lama kemudian, seorang ibu mendatangi saya, “Dik, boleh ga ibu minta tolong minggirin mobil kamu?”

“Ibu siapa?” tanya saya.

“Saya isteri ketua RT, saya ga mau ada keributan di kampung saya.”

“Saya juga ga mau bikin ribut kok Bu.”

“Nah, kalau memang begitu, boleh ga kamu minggirin sedikit mobilnya supaya anak itu bisa lewat?”

“Kenapa Ibu ga minta dia yang mundur? Kan jalan ini satu jalur?” jawab saya bersikukuh.

“Saya udah minta dia mundur tapi ga mau. Maklum anak muda kan emosian…”

“Jadi karena dia emosian, saya harus mengalah?” tanya saya dengan halus.

“Saya minta kamu mundur bukan karena dia emosian, tapi karena saya merasa kamu lebih tua dan tentunya juga lebih bijak.”

“Maaf Bu, saya belum punya alasan yang tepat buat mengalah. Jalan ini satu arah. Ibu tau kan?”

Si Ibu menghela napas panjang. Dia ga ngomong apa-apa lagi tapi juga ga pergi dari hadapan saya. Dia cuma merenung seperti orang lagi berpikir keras. Beberapa orang mencoba untuk membujuk anak itu tapi makhluk keras kepala itu tetap ga mau mundur.

“Sampai kapan kamu mau bertahan di sini? Kenapa masalah mudah kamu persulit sedemikian rupa?” Si Ibu menatap saya dengan tajam.

“Minggir sedikitlah Nak. Ibu minta tolong…” kata Bu RT lagi. Kalimatnya memelas tapi cara mengucapkannya tegas tanpa nada memohon.

Sekarang saya yang menghela napas panjang lalu berucap dengan lirih, “Baiklah, saya akan minggirin mobil saya. Maaf, saya udah nyusahin Ibu.”

“Terimakasih ya Nak. Ibu sangat menghargai…” sahut Si ibu.

Setelah minggirin mobil, anak itu lewat. Sebelum lewat, sempet-sempetnya dia berenti di samping mobil saya dan berteriak, “Kalo ketemu lagi, bukan cuma mobil, tapi elonya juga gue ancurin!”

Saya cuma tersenyum ewah lalu meninggalkan tempat itu.

Peristiwa 3

Kali ini yang dapet masalah bukan saya. Tapi saya ngeliat sendiri peristiwanya dari dekat. Saya baru pulang makan malam di Restoran Nasi Goreng Kemang sama seorang temen. Pulangnya saya berenti di lampu merah yang menghadap ke arah McDonald. Di paling depan ada beberapa motor yang keliatannya merupakan satu rombongan, lalu di belakangnya sebuah mobil APV warna hitam dan mobil saya tepat setelah APV tadi.

Ketika lampu hijau menyala, motor-motor yang ada di paling depan tidak juga beranjak. Kayaknya para pengendara itu terlalu asyik ngobrol satu sama lain. Setelah menunggu beberapa detik, supir APV jadi kurang sabaran dan langsung ngelakson berkali-kali. Dan apa yang tejadi?

Bukannya beranjak dari situ, para pengendara motor malah murka. Mereka menyetandard motornya di tengah jalan lalu sekitar 8 orang melepaskan helmnya. Selanjutnya terdengar suara Brak…bruk…brak…bruk!!!!

Seperti adegan di film-film Hollywood, rombongan anak muda itu menghantam mobil APV dengan ganas. Mobil malang itu penyok-penyok dan semua lampu depan dan belakang hancur berantakan. Pengemudinya ketakutan bukan main sehingga memutuskan untuk tetap tinggal di dalam mobil.

Puas menghancurkan mobil, semua anak muda itu kembali ke motornya dan meninggalkan tempat itu bagai jagoan di film-film koboy. Astaghfirullah!

Wahai Jakarta…ada apa denganmu? kenapa saya hampir ga mengenalimu lagi? Kenapa bangsa kita berubah drastis dari bangsa yang ramah tamah menjadi bangsa yang sangat pemarah?

Di negeri ini, setan pengadu domba mengintai di mana-mana. Ricuh di istana, kisruh di dalam dan di luar gedung DPR, tawuran di jalan-jalan, perang di Pilkada, perkelahian massal di lapangan sepakbola…hadoh!

Di mana kalian pernah merasa aman? Tiap bepergian ke luar rumah maut mengintai. Pesawat jatuh, kapal laut tenggelam, kereta api terguling, bis masuk jurang, perampokan di taxi, pemerkosaan di angkot. Bahkan jalan kaki di trotoar pun kita bisa mati diterjang mobil yang dikendarai pengemudi mabuk.

Negeri ini udah terlalu kacau. Saya kira perlu campur tangan Allah untuk memperbaiki negeri yang sudah amburadul ini.  Sejak semua peristiwa itu saya mencoba mendekatkan diri pada Allah. Saya jadi lebih sering ke mesjid, bukan cuma sholat jumat tapi juga waktu sholat yang lainnya.

Tiap berada di mesjid saya selalu berdoa agar bangsa kita menjadi lebih baik. Barangkali mesjid adalah satu-satunya tempat yang paling aman. Sepreman apapun seseorang, pastilah dia minimal akan bersikap baik di rumah Allah, begitulah pikiran saya.

Saya seneng banget  kalo para khatib pas sholat jumat juga membahas dan mengupas keadaan negeri yang udah mendekati chaos ini. Khutbah biasanya diakhiri dengan doa bersama. Bagus kan? Kalo berdoa ramai-ramai katanya akan lebih makbul. Insya Allah.

Nah saat itu saya sedang mendengarkan khutbah di mesjid Al Ikhlas di daerah Senopati, saya cukup antusias karena materinya cukup menarik. Pengetahuan khatib ini lumayan tinggi, analisanya cukup tajam bahkan dia juga menawarkan solusi-solusi agar negeri ini aman tenteram.

Sayangnya 3 orang yang ada di samping kanan berisik banget. Mereka ngobrol dengan suara keras. Karena sudah sangat terganggu saya mencoba menegur mereka.

“Maap Mas-mas, boleh ga suaranya dikecilin? Saya lagi denger khutbah nih. Maap ya sebelumnya.”

Ketiganya menatap saya dengan pandangan aneh tapi mereka mau juga memelankan suaranya. Alhamdulillah. Saya pun larut dalam khutbah dan melupakan ketiga orang itu sampai selesai sholat jumat.

Dalam perjalanan ke mobil, tiba-tiba ketiga orang tadi menghampiri saya, “Heh Mas, tunggu sebentar.”

“Iya kenapa ya? Ada yang bisa saya bantu?” tanya saya dengan suara ramah.

“Lo yang nyuruh kita diem di mesjid tadi kan?”

“Bukan nyuruh tapi mengimbau. Lagipula menurut ajaran islam, pas khutbah memang ga boleh ngomong.” kata saya.

“Eh nyet! Itu kan bukan mesjid lo? Gue mau ngomong apa kagak kan itu urusan gue? Lo mau berantem?” Tiba-tiba salah seorang membentak.

“Gue kemari mau sholat, bukan berantem.” sahut saya mulai kesel.

“Oh mau sholat? Kalo gue mah mau berantem,” Abis ngomong gitu, salah seorang memukul, tapi saya udah siap dan menghindar.

Ngeliat rekannya menyerang, dua yang lain tiba-tiba juga ikut menerjang. Perkelahian satu lawan tiga tentu saja membuat saya kewalahan, tapi untung tukang parkir mesjid langsung membantu. Bertahun-tahun, saya selalu sholat di mesjid ini dan selalu parkir di ujung taman sehingga saya udah cukup berteman dengan tukang parkir itu.

Mendapat tenaga bantuan membuat saya ga terlalu terdesak. Dan yang lebih mujur lagi, ngeliat tukang parkir ribut, temen-temen sesama tukang parkir langsung solider dan membantu menghajar ketiga anak tadi.

Alhamdulillah…jemaah jumat yang masih banyak keluar dari mesjid menyelamatkan ketiga pecundang tersebut. Mereka digelandang ke mobilnya dan dipaksa meninggalkan tempat itu.

Saya masih bengong dan ga habis pikir. Masya Allah! Apa yang salah dengan negeri ini? Masa abis sholat ngajak orang berantem sih? Di mana-mana kisruh, di mana-mana rusuh, di mana-mana tawuran. Bahkan rumah Tuhan pun ternyata tidak terasa aman. Astaghfirullah… Kalo keadaan begini terus-menerus, terus terang; Saya takut hidup di Jakarta.

March 13, 2012

BBM naik per 1 april 2012

Pemerintah mengurangi subsidi BBM. Akibatnya harga beli BBM yang dikenakan kepada masyarakat menjadi meningkat.

Ada beberapa alternatif. Agar dapat mengkonversi kenaikan tersebut menjadi setara dengan harga BBM awal sebelum subsidi di kurangi. Beberapa sebagai berikut.

1. Mengurangi penggunaan BBM

Sederhana saja, sebut saja pemakaian BBM per hari (dalam unit harga) adalah sebesar 100. Akibat kenaikan, maka dengan kuantitas yang sama, konsumsi perhari akan menjadi (dalam unit harga) sebesar 110. Jika kita dapat menghemat (mengurangi) penggunaan BBM harian, akan menyebabkan kuantitas dalam unit harga tersebut akan turun. Besarnya kuantitas ini dapat di tentukan dengan perhitungan matematis sederhana. Selain itu konversi gaya hidup pun harus dilakukan untuk meminimalkan konsumsi BBM. Misal, menggunakan transportasi umum, bike to work, dls.

2. Meningkatkan efektifitas mesin

Setiap mesin memiliki kemampuan konsumsi bahan bakar yang berbeda. Hal dapat disebabkan oleh krn desain (spesifikasi produk), atau reduksi akibat penggunaan. Mesin dengan efektifitas tinggi, dengan rpm yang sama akan membutuhkan konsumsi bahan bakar yang rendah. Memilih kendaraan dengan efektifitas konsumsi bahan bakar yang rendah adalah salah satu pilihan yang baik untuk tetap menjaga volume konsumsi BBM harian yang rendah. Selain itu efektifitas mesin pula dapat ditingkatkan dengan melakukan perbaikan.

3. Meningkatkan pendapatan

BBM merupakan objek strategis dalam kehidupan. Artinya dengan kenaikan BBM , akan menyebabkan rambatan kenaikan bahan pokok dan bahan lainnya di pasaran. Sehingga dengan besar pendapatan yang serupa, jumlah pengeluaran yang dikeluarkan per bulan atau per hari nya akan meningkat pula. Untuk mengimbangi hal ini, maka pendapatan harus ditingkatkan. Diperlukan kreativitas yang lebih dan motivasi kepada masyarakat agar meningkatkan kualitas pendidikan.

4. Meningkatkan produksi nasional

Secara singkat hal ini agar harga tidak terpengaruh oleh mekanisme pasar.

4 hal tersebut jika dilakukan beriringan akan dapat menyebabkan kenaikan harga BBM tidak begitu terasa. Krn pada kedua komponen tersebut tidak hanya aksi personal juga merupakan aksi komunal.

March 2, 2012

10 negara terkaya di dunia

Jumat, 02/03/2012 07:58 WIB

10 Negara Terkaya di Dunia

Herdaru Purnomo : detikFinance

detikcom – Jakarta,

Majalah Forbes melansir 10 negara terkaya di dunia. Forbes memeringkat negara tersebut berdasarkan perhitungan PDB perkapita dari Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF).

Untuk membuat peringkat negara-negara terkaya di dunia, Forbes melihat pada PDB per kapita yang disesuaikan dengan daya beli bagi 182 negara.

“Hal ini, pada dasarnya, satu-satunya cara kita harus membandingkan PDB antar negara,” ucap Gian Luca Clementi, Profesor Ekonomi di Universitas New York kepada Forbes seperti dikutip Jumat (2/3/2012).

Berikut Peringkat 10 negara terkaya di dunia :

1. Qatar

Jika kekayaan adalah kekuatan, maka orang-orang Qatar mempunyai beberapa otot yang harus serius dilenturkan. Berlokasi di Teluk Persia Emirat dengan 1,7 juta warga ini, Qatar tercatat sebagai negara terkaya di dunia.

Qatar harus berterima kasih kepada harga minyak yang melambung tinggi dan besarnya cadangan gas alam yang mereka miliki. Dengan menyesuaikan daya beli, Qatar mencatat produk domestik bruto per kapita diperkirakan lebih dari US$ 88.000 untuk tahun 2010.

Qatar mempunyai cadangan gas alam terbesar ke-3 di dunia, dan sebagian besar sudah diinvestasikan dalam infrastruktur untuk mencairkan dan mengekspornya.

2. Luxemburg

Urutan ke-2 adalah Luxembourg sang “ikan kecil perkasa”. Dengan daya beli PDB per kapita diatas US$ 81.000. Negara dengan warga yang hanya mencapai setengah juta ini menjadi pusat keuangan di paruh kedua abad ke-20. Sebagian berkat kerahasiaan hukum perbankan yang sangat ketat dengan reputasi atas “surga nya pajak”.

3. Singapura

Diikuti oleh Singapura di nomor 3 yang negaranya digerakkan oleh sektor teknologi, manufaktur dan finansial. Pendapatan per kapita masyarakatnya sebesar hampi US$ 56.700.

4. Norwegia

Di Norwegia, yang menempati peringkat ke-4, jumlah pendapatan dari minyak bumi yang sebagian besarnya adalah hasil ekspor dan merupakan kontribusi utama bagi negara ini. Disesuaikan PDB per kapita, Norwegia mencatat PDB per kapita yang hampir mencapai US$ 52,000. Negara tersebut juga merupakan salah satu negara ekspotir gas terbesar.

5. Brunei

Sementara itu, Brunei yang terletak di Pulau kalimantan, menuai manfaat dari minyak bumi dan ladang gas alam yang sangat luas dan masuk di peringkat ke-5. PDB per kapita-nya lebih dari US$48,000.

6. Uni Emirat Arab

Salah satu negara penghasil minyak terbesar ini menempati posisi ke-6 sebagai negara terkaya di dunia. Forbes memilih Uni Emirat Arab karena memiliki PDB per kapita yang mencapai US$ 47.439

7. Amerika Serikat

Salah satu negara terbesar di dunia ini menempati posisi ke-7 jajaran negara terkaya. Negara yang dipimpin Presiden Barrack Obama ini memiliki PDB per kapita yang mencapai US$ 46.860

8. Hong Kong

Negara yang memiliki 3 pulau ini terkenal dengan bandar udara yang cukup modern. Forbes menempatkan Hong Kong di posisi ke-8 dengan PDB per kapita yang mencapai US$ 45.944

9. Swiss

Swiss merupakan negara Eropa tengah yang berbatasan dengan Jerman, Perancis, Italia dan Austria. Forbes menempatkan Swiss di posisi ke-9 dengan memiliki PDB per kapita yang mencapai US$ 41.950

10. Belanda

Negara kincir angin ini memiliki PDB per kapita yang mencapai US$ 40.973. Belanda menempati posisi paling buncit 10 negara terkaya di dunia.

November 24, 2010

Seorang Nenek 3 Pekan Terkurung di Kamar Mandi

Seorang Nenek 3 Pekan Terkurung di Kamar Mandi
Rabu, 24 November 2010 08:46 WIB

Metrotvnews.com, Paris: Seorang perempuan berusia 68 tahun terkunci selama tiga pekan di kamar mandi rumahnya di pinggir Kota Paris, Prancis. Ia berhasil diselamatkan dalam kondisi lemah, Jumat (19/11).Sang nenek diselamatkan petugas pemadam kebakaran Paris.

Ia mengaku setiap malam terus meminta tolong agar dikeluarkan. Ia memukul-mukulkan pipa di kamar mandi. Tapi tak juga diacuhkan tetangga.Suatu waktu warga mulai khawatir karena lama tak melihat si nenek. Alhasil bersama petugas mereka menerobos rumah korban.

Perempuan itu terkurung lantaran pintu kamar mandi rusak.Saat ini, Rabu (24/11) korban dirawat di rumah sakit. Kondisinya membaik. Ia bercerita, mampu bertahan dengan minum air hangat dari keran kamar mandi. Tapi setiap malam ia berusaha memukul-mukulkan pipa agar didengar. Sementara warga sekitar mengaku cuma mengira ada orang yang sedang memperbaiki sesuatu di rumah. Pelaku sedang dicari tahu. (AFP/Ant/*****)