Archive for July, 2011

July 10, 2011

serangan pada otak

 
Manjakan Otak dengan Coklat


» Coklat

Mutia Nugraheni | Rabu, 6 Juli 2011, 08:00 WIB

VIVAnews – Anda selalu butuh kopi setiap pagi? Coklat selalu membuat Anda merasa lebih baik? Itu karena makanan dan minuman tersebut berdampak langsung pada otak Anda.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh tim dari Ohio University, Amerika Serikat, seperti narkotika, makanan dan bumbu tertentu bisa ‘memanjakan’ otak Anda dan berdampak langsung pada perasaan.

“Perbedaan apa yang disebut obat dan apa yang disebut makanan sebenarnya tidak jelas. Bahan alami juga bisa jadi obat,” kata Gary Wenk, profesor di Ohio State University and Medical Center dan penulis buku ‘Your Brain on Food’, seperti dikutip dari Times of India.

Makanan yang dikonsumsi menstimulasi otak dengan cara yang berbeda. Ketika makanan merangsang pelepasan zat kimia seperti dopamin dan serotonin, maka akan membuat perasaan lebih tenang. Di sisi lain, kurangnya asam amino tertentu dapat menyebabkan depresi dan pada kasus yang berat, kegilaan.

Pikiran yang fokus dan tenang setelah mengonsumsi coklat atau kopi bukan hanya disebabkan oleh kafein, tetapi juga oleh serbuan dopamin yang memicu reseptor kesenangan di otak. Cokelat juga mengeluarkan bahan sejenis opium yang menyebabkan perasaan senang. Senyawa ini juga terdapat dalam ganja.

Bukan hanya coklat yang bisa membuat tenang, kentang pun bisa menimbulkan perasaan damai. Itu karena mengonsumsi kentang membuat tubuh melepaskan glukosa dalam darah. Efeknya seperti ketika seorang bayi minum susu hangat.

Tetapi, tak selamanya makanan yang baik untuk otak dan perasaan juga baik untuk tubuh. Seperti kandungan gula pada kentang, jika dikonsumsi secara berlebihan bisa meningkatkan risiko diabetes.

Jadi, jika ingin merasa tenang, ‘tipu’ saja otak dan manjakan diri dengan mengonsumsi kentang atau coklat. Tapi ingat, jangan berlebihan.

July 3, 2011

makan sebelum olahraga

⁠Pentingnya Makan sebelum Olahraga⁠
⁠Sabtu, 2 Juli 2011 11:55 WIB

OLAHRAGA dengan perut kosong ternyata tak efektif membakar lemak. Sebab, otot akan menyusut dan kalori yang terpakai lebih banyak berasal dari pembakaran protein. Jadi, makan sebelum olahraga itu penting.

Sebagian orang beranggapan perut kosong saat berolahraga akan memaksimalkan pembakaran lemak. Namun, anggapan itu hanya sepintas lalu. Saat perut kosong, kalori yang dibakar bukan berasal dari lemak, melainkan protein.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan di Strength and Conditional Journal menunjukkan pembakaran lemak tak meningkat bila tak makan sebelum olahraga. Jumlah lemak yang terbakar sama saja dengan ketika olahraga didahului dengan makan yang cukup.

Ketika tidak makan, kalori yang dipakai untuk menghasilkan energi saat berolahraga tidak seluruhnya berasal dari pembakaran lemak. Sebagian di antaranya justru berasal dari pembakaran protein, yakni unsur paling dominan yang menyusun jaringan otot.

Para peneliti mengamati pembakaran kalori pada sejumlah atlet bersepeda yang diminta berolahraga dengan perut kosong. Hasil pengamatan menunjukkan, 10 persen kalori berasal dari pembakaran protein yang membuat otot menyusut.

Menurut penelitian tresebut, makan sebelum olahraga lebih dianjurkan asal waktunya tidak terlalu berdekatan. Olahraga dengan perut kosong tidak lebih efektif menurunkan berat badan dan justru lebih banyak efek negatifnya.

Sementara dalam penelitian lain, makan sebelum olahraga justru memberikan manfaat lebih khususnya pada wanita, yakni tidak cepat lapar. Menurut penelitian yang dilakukan tahun 2002 tersebut, konsumsi 45 gram karbohidrat sebelum olahraga bisa mempertahankan rasa kenyang lebih lama sepanjang hari.(go4/RRN)

July 3, 2011

lemak

Minggu, 3 Juli 2011, 10:42 WIB

kosmo

 
Lemak Terbaik Bagi Tubuh


» Salmon

Mutia Nugraheni | Senin, 27 Juni 2011, 16:22 WIB

VIVAnews – Lemak selalu dianggap ‘musuh’ bagi yang sedang menjalankan program diet. Tetapi faktanya, Anda tak bisa hidup tanpa lemak.

Itu karena bersama dengan protein dan karbohidrat, lemak merupakan sumber energi. Memang, ada jenis lemak yang konsumsinya harus dibatasi karena bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Untuk itu, penting mengetahui tiga kategori lemak tubuh, seperti dilansir dari Healthmeup.com.

1. Lemak Jenuh
Lemak jenuh bisa dibilang lemak yang tak terlalu buruk. Daging adalah sumber utama lemak jenuh, yang juga ditemukan pada produk susu. Terlalu banyak kadar lemak jenuh dalam tubuh, bisa memicu terjadinya penyempitan pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol jahat.

2. Lemak tak jenuh
Lemak tak jenuh merupakan lemak terbaik bagi tubuh, dan wajib Anda konsumsi. Lemak tak jenuh ini secara umum, dibagi dalam dua kategori, yaitu monounsaturated dan polyunsaturated.

Ikan, minyak jagung, minyak zaitun, biji wijen dan hazelnut adalah bahan pangan yang mengandung lemak tak jenuh yang tinggi. Sedangkan ikan berlemak, seperti salmon, trout, mackerel, tuna, dan sarden kaya akan asam lemak omega-3.

Lemak tersebut tidak seperti jenis lemak yang terdapat pada daging. Selalu sertakan ikan, pada menu makanan Anda. Itu karena asam lemak omega-3 bisa menurunkan tekanan darah, kolesterol jahat dan juga  memperlambat pertumbuhan plak di arteri dan peradangan di seluruh tubuh tubuh.

3. Lemak sintetis
Ini adalah jenis lemak yang harus dihindari, yang juga sering disebut trans fat. Merupakan hasil proses hidrogenasi minyak sayur. Mengonsumsinya secara berlebihan bisa meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik dalam darah. Sehingga, meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. (eh)

advertisement

July 3, 2011

almond

advertisement

Download Launcher & App

Minggu, 3 Juli 2011, 10:29 WIB

kosmo

 
Kacang Terbaik untuk Penderita Diabetes


» Kacang Almond

Mutia Nugraheni | Minggu, 3 Juli 2011, 09:52 WIB

VIVAnews – Penyakit diabetes sebagian besar dipicu karena gaya hidup yang tidak sehat. Untuk mencegah dan mengontrolnya, ada cara mudah yang bisa Anda lakukan, yaitu mengonsumsi kacang almond setiap hari secara teratur.

“Mengonsumsi kacang almond bisa mengurangi kolesterol jahat dan meningkatkan sensitivitas insulin. Sehingga, bisa mengurangi risiko diabetes,” kata Ritesh Gupta, kepala operasi klinis di Fortis C-Doc Hospital, seperti dikutip dari Times of India.

Diabetes terjadi karena seseorang kekurangan hormon insulin yang berfungsi mengontrol kadar gula dalam darah.  Gejalanya adalah sakit kepala, seringkali haus terutama pada malam hari dan buang air kecil berlebihan.

“Segenggam kacang almond mengandung 164 kalori dan 7 miligram protein, yang membuat Anda kenyang lebih lama dan membantu mengontrol hasrat makan. Almond juga membantu pembentukan tulang kuat pada anak,” kata Gupta. 

Penelitian yang dilakukan tim dari  University of Medicine and Dentistry of New Jersey, West Chester University, Pennsylvania, dan Loma Linda University of California, juga menunjukkan konsumsi kacang almond secara teratur bisa mengontrol diabetes.

“Diet yang terdiri dari 20 persen kalori, seperti konsumsi kacang almond selama 16 minggu, secara efektif bisa meningkatkan sensitivitas insulin dan memperlihatkan perbaikan klinis signifikan level kolesterol LDL pada orang dewasa dengan pra-diabetes,” tulis peneliti. (eh)

advertisement