Archive for June, 2011

June 27, 2011

damn!

Suatu hari gw broadcast lewat bb suatu tebak2an yg gw dpt dr seorang teman. Berikut tebak2an nya.

Pertanyaan ini pernah diajukan ke 40 pèkerja kantoran dan hanya 2 orang yg berhasil menjawab.
Dari 40 mahasiswa, hanya 10 orang yang berhasil menjawab, dan dari 40 siswa SD, 30 orang yang berhasil menjawab….

ini ceritanya:
Suatu hari, seorang anak dan ayahnya pergi bersama dengan menggunakan mobil. ayahnya yang menyetir. saat tiba d rel kereta api, mobil yang mereka tumpangi mendadak mati. datang kereta dari sisi ayah(sisi kanan) dan terjadilah tabrakan itu.sang ayah langsung meninggal di tempat. sedangkan anaknya menderita luka berat. oleh warga sekitar langsung dibawa ke RS terdekat..
Tiba di RS, langsung masuk UGD.
Seorang dokter datang untuk segera menangani pasiennya, yakni si anak tersebut. ketika dokter itu melihat pasiennya, ia langsung berkata,”Lah, ini kan anak saya.”
Pertanyaannya….Siapakah dokter tersebut???
Ayo2 coba di jawab..

Ada banyak orang yang menjawab. Mulai dari yang bner sampe yang jawabannya ngawur. Dan mreka pun kebanyakan mengkorelasikan jawaban mreka dengan apakah mreka karyawan, mahasiswa, dan anak SD.

Akan tetapi ada satu yang membalas tebak2an saya dengan emoticon *sad*. Sontak sy mengira dia tidak bisa menjawab krn susah. Hahaha. Ahirnya sy bales dengan tertawa dan menyuruh dia untuk menjawab.

Ternyata..

Cerita tersebut memang kejadian dikehidupan temen gw tersebut. Yang nyetir ayahnya dan yang disebelahnya adalah kakanya. Dan terlebih lagi kakanya tengah hamil.

Damn!

Untuk beberapa saat gw langsung terdiam. Ga tau mau jawab apa. Dan merasa salah dengan tebak2an tersebut.

Kemudian tmen gw tersebut nangis (doi cewe), dan lalu menceritakan beberapa penggal kejadiannya. Beberapa diantaranya adalah mengenai orangtuanya meninggal, anak dikandungan kakanya yang ga bisa diselamatkan, dll dll.

Anyway, obrolan gw berlanjut, dan ahirnya kita tertawa kembali. Dan sialnya dia minta ganti rugi. Ganti rugi dalam bentuk gw-harus-dateng-kembali-dengan-menawarkannya-cerita-lucu-yang-bisa-membuatnya-tertawa.

Sedikit seperti sinetron, tp asli, ini bner2 terjadi. Hehe. And guys, ada yang punya cerita lucu? Tolong kesinikan. Agar secepatnya gw dpt membayar hutang.

sekian.

June 20, 2011

anak ibu minum kombantrin?

saya melihat ternyata kehidupan dibagi kedalam tiga komponen.

1.diri sendiri

mungkin pada saat kita (mungkin pula hanya beberapa gelintir orang saja) masih kecil dlu, sebut saja SD, kita pernah bertanya, “kok saya yang menggerakkan tubuh ini, kenapa saya tidak menggerakkan tubuh yang disana saja (sambil melirik kepada orang lain)”. ya begitulah definisi diri sendiri. more or less

2.segala yang ada disekitar

point ini berarti banyak hal. bisa berupa objek fisik maupun non fisik. tetapi sayangnya saya tidak akan berteori soal dua hal tersebut. krn memang bukan kapasitas. menurut hemat pemikian saya, segala yang ada disekitar berarti segala sesuatu yang berada diluar point 1 dan point 3. (hemat bgt bukan?). now, lets jump to point 3 dibawah.

3.pemahaman

nah, sekarang mari kita lihat bgian paling menarik dari ketiga point yang saya paparkan. mengenai pemahaman. paham berarti mengerti. sedangkan pemahaman adalah kebermengertian terhadap sesuatu. pemahaman berkorelasi terhadap mind set yang kelak akan mengatur hubungan antara kedua hal point 1 dn pont 2. kelak, melalui pemahaman ini akan berdampak bagaimana kita memberikan suatu nilai tertentu terhadap diri sendiri, apa yang ada di sekitar, dan hubungan diantara diri sendiri dn apa yang ada di sekitar.

pemahaman berkembang dari waktu ke waktu seiring dengan pengamatan dan pengalaman fisik maupun nonisik yang kita alami. semacam evaluasi dan evolusi. sehingga pantas saja pemahaman akan sangat berkaitan dengan pembentukan frame dan mind set seseorang.

lalu pertanyannya, apakah pemahaman berkembang bebas begitu saja? tentu tidak, kan anak ibu minum kombantrin. ah, barusan saya becanda. actually, pemahaman memang harus digiring. minimal digiring oleh akal sehat (bagi yang mengaku atheis maupun agnostik), agama (bagi yang beragama), dan ilmu (bagi seorang matrealis), serta, sebagai tambahan, adalah wahyu (bagi seorang nabi).

lalu pertanyaan selanjutnya, kok bisa mreka mendeklarasikan mreka adalah seorang yang atheis, agnostik, agamis, matrealis sebagai penggiring mreka? baiklah, kurasa semua kita pernah di todong dengan pepatah “tidak ada yang kekal dalam kehidupan, melainkan perubahan”. menaik memang mengenai pepatah ini, dimana ternyata prinsip ini merupakan suatu mekanisme semacam self up gading bagi personal. sedemikian hingga implikasinya adalah pembenaran terhadap mekanisme iterasi terhadap pemahaman personal

iterasi. adalah bagian yang kita tidak sadari berlangsung dalam hidup kita. dimana melalui proses ini pemahaman akan berkembang secara dinamis. saya mendemokan proses ini melalui ilustasi berikut:

initial(1) -> akultursi dengan pengalaman(1) -> pemahaman(1) -> inisial(2) -> akultuasi dengan pengalaman(2) -> pemahaman(2) -> initial(3) -> dst

jadi tidak masalah jika seseorang berangkat dari pemilihan pemahaman tetentu, karena hal ini akan berakulturasi secara berulang. yang patut dicermati disini adalah pada proses pemahaman yang berlangsung. sehingga pemahaman tersebut tanpa disadari dapat beralih (saya harap kepada hal positif)

ternyata, kesadaran personal tekadang tidak mampu mengenerate perbaikan dalam diri sendiri. melainkan ia sangat rentan berlaku sebagai suatu proses yang sporadis.

bagaimana mengantisipasinya? mari kita kembai kepada ketiga point diatas. perilaku ketiga hubungan diatas dapat digunakan sebagi cross-checking bagi pemahaman.

misal,

suatu hari kita menemukan sampah bertebaran dijalan, lalu apa yang aka kita lakukan? terdapat dua opsi (ya, hanya ada dua). membuang sampah tersebut atau tidak. jika hal pertama yang dilakukan maka proses pemahaman yang berlangsung sudah sangat konstruktif. jika hal kedua ang dipilih, maka berarti destruktif. sederhana bukan?? hehehe.

Cheers!

20/06/11