i wanna tell you anything i found – rillyyogi.wordpress.com

anak ibu minum kombantrin?

with one comment

saya melihat ternyata kehidupan dibagi kedalam tiga komponen.

1.diri sendiri

mungkin pada saat kita (mungkin pula hanya beberapa gelintir orang saja) masih kecil dlu, sebut saja SD, kita pernah bertanya, “kok saya yang menggerakkan tubuh ini, kenapa saya tidak menggerakkan tubuh yang disana saja (sambil melirik kepada orang lain)”. ya begitulah definisi diri sendiri. more or less

2.segala yang ada disekitar

point ini berarti banyak hal. bisa berupa objek fisik maupun non fisik. tetapi sayangnya saya tidak akan berteori soal dua hal tersebut. krn memang bukan kapasitas. menurut hemat pemikian saya, segala yang ada disekitar berarti segala sesuatu yang berada diluar point 1 dan point 3. (hemat bgt bukan?). now, lets jump to point 3 dibawah.

3.pemahaman

nah, sekarang mari kita lihat bgian paling menarik dari ketiga point yang saya paparkan. mengenai pemahaman. paham berarti mengerti. sedangkan pemahaman adalah kebermengertian terhadap sesuatu. pemahaman berkorelasi terhadap mind set yang kelak akan mengatur hubungan antara kedua hal point 1 dn pont 2. kelak, melalui pemahaman ini akan berdampak bagaimana kita memberikan suatu nilai tertentu terhadap diri sendiri, apa yang ada di sekitar, dan hubungan diantara diri sendiri dn apa yang ada di sekitar.

pemahaman berkembang dari waktu ke waktu seiring dengan pengamatan dan pengalaman fisik maupun nonisik yang kita alami. semacam evaluasi dan evolusi. sehingga pantas saja pemahaman akan sangat berkaitan dengan pembentukan frame dan mind set seseorang.

lalu pertanyannya, apakah pemahaman berkembang bebas begitu saja? tentu tidak, kan anak ibu minum kombantrin. ah, barusan saya becanda. actually, pemahaman memang harus digiring. minimal digiring oleh akal sehat (bagi yang mengaku atheis maupun agnostik), agama (bagi yang beragama), dan ilmu (bagi seorang matrealis), serta, sebagai tambahan, adalah wahyu (bagi seorang nabi).

lalu pertanyaan selanjutnya, kok bisa mreka mendeklarasikan mreka adalah seorang yang atheis, agnostik, agamis, matrealis sebagai penggiring mreka? baiklah, kurasa semua kita pernah di todong dengan pepatah “tidak ada yang kekal dalam kehidupan, melainkan perubahan”. menaik memang mengenai pepatah ini, dimana ternyata prinsip ini merupakan suatu mekanisme semacam self up gading bagi personal. sedemikian hingga implikasinya adalah pembenaran terhadap mekanisme iterasi terhadap pemahaman personal

iterasi. adalah bagian yang kita tidak sadari berlangsung dalam hidup kita. dimana melalui proses ini pemahaman akan berkembang secara dinamis. saya mendemokan proses ini melalui ilustasi berikut:

initial(1) -> akultursi dengan pengalaman(1) -> pemahaman(1) -> inisial(2) -> akultuasi dengan pengalaman(2) -> pemahaman(2) -> initial(3) -> dst

jadi tidak masalah jika seseorang berangkat dari pemilihan pemahaman tetentu, karena hal ini akan berakulturasi secara berulang. yang patut dicermati disini adalah pada proses pemahaman yang berlangsung. sehingga pemahaman tersebut tanpa disadari dapat beralih (saya harap kepada hal positif)

ternyata, kesadaran personal tekadang tidak mampu mengenerate perbaikan dalam diri sendiri. melainkan ia sangat rentan berlaku sebagai suatu proses yang sporadis.

bagaimana mengantisipasinya? mari kita kembai kepada ketiga point diatas. perilaku ketiga hubungan diatas dapat digunakan sebagi cross-checking bagi pemahaman.

misal,

suatu hari kita menemukan sampah bertebaran dijalan, lalu apa yang aka kita lakukan? terdapat dua opsi (ya, hanya ada dua). membuang sampah tersebut atau tidak. jika hal pertama yang dilakukan maka proses pemahaman yang berlangsung sudah sangat konstruktif. jika hal kedua ang dipilih, maka berarti destruktif. sederhana bukan?? hehehe.

Cheers!

20/06/11

Advertisement

Written by rillyyogi

June 20, 2011 at 5:27 am

Posted in Uncategorized

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. proses pemahaman yang terjadi kan gak cuma digiring dr satu sudut pandang aja kan gi, tapi menurut gw semuanya berpengaruh dalam proses pemahaman itu sendiri, ditambah dengan lingkungan yang membenarkan atau menyalahkan dan juga dengan pengalaman melihat..

    hanya pendapat saja..mohon dicerahkan lg kk kalau bisa..hehe =)

    heru ramanda

    June 20, 2011 at 7:20 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.