2012
abis nonton film 2012 jadi pengen nulis. simpel aja, segitunya kah mreka mau survive termasuk dengan kiamat. yang gw maksud disini bukan pasrah, tapi segutu yakinnya kah mreka dapt bisa melewati kiamat, seperti yang digambarkan film ini. mobil bisa lewat letusan-letusan. pesawat pun ikut2an bisa terbang diantara letusan gunung. mantap kali pun.
filmnya si seru bgt. lumayan menegangkan. tapai gw khawatir, ini justra bakal nambah perasaan jumawa mereka karena akhirnya mreka bisa selamat. mungkin alasan yang paling tepat kenapa film ini harus ditarik dari peredaran adalah karena emang film ini cuma ngasi harapan kosong. berlebihan. wah, apalagi kalo yang nonton anak-anak. yang ga kuat agamanya lagi. haha. bisa-bisa gdenya pada sciencecentris.
btw, amerika selalu dengan fantasinya yang sangat jauh kedepan. bahkan selalu menjadi inspirasi bagi riset2 mreka kedepan. siapa bilang sekarang mereka ga punya komputer yang ntah apalah namanya itu, kaya yang di film minority report. well, kadang gw berpikir coba kalo seandainya gw pas kecil ga disuguhin orang tua gw film2 ky mission imposible dan mc gaver (maap kalo salah nulisnya) yang jaman bahela dlu. hahaha
Tribute to (part2)
Kamar ini tidak akan cukup menarik bagi kalian. dengan ukuran yang relatif besar tapi tanpa terdapat banyak barang-barang yang memenuhinya. hanya ada lemari, kasur ini, dan yang paling penting foto itu. kini aku bangun dan berjalan kearahnya. ini adalah foto keluargaku. saat aku berusia 5 tahun. yang ini adalah ayah, dan yang ini adalah ibuku. sayang disini tidak ada adik2 ku. karena memang saat itu belum lahir.
yang aku sukai dari foto itu adalah disana aku tengah memegang satu buah buku, buku tulis maksudku. kanapa aku menyukainya, karena buku itu sampai saat ini masih ada. aku menaruhnya dibawah tumpukan baju2 didalam lemari. nanti akan aku ceritakan apa isi buku itu.
pagi ini sepi seperti biasanya. dan akan selalu sepi sampai kapanpun. siang itu adalah siang yang ketiga kalinya aku ada disana. siang dengan kekecewaan terhadap orang yang ada di sekelilingku yang selalu mencemooh kehidupanku. saat ini aku terbangun di kasur empuk kesayanganku. pukul 04.00 pagi.
“there so many thing i wanna show you”
on the nite like this..
there so many thing i wanna tell you
on the nite like this..
there so many thing i wanna show you
-mocca-
gw rasa banyak orang pernah dengar lagu ini. malam ini gw di HMS. sama seperti biasanya. belajar..belajar..dan belajar. gw orang yang SO. mempelajari banyak hal. mengetahui karakteristik banyak orang. hingga akhirnya…gw tahu bagaimana.
sangat sederhana sekali. ada banyak hal yang sehari-hari kita temukan. tidak sebatas permasalahan ilmiah atau permasalahn eksak lainnya. disekitar kita ada begitu banyak bahkan tak terhingga banyaknya situasi mulai dari yang paling kecil hingga yang paling besar sekalipun. bahkan diluar sana menurut gw pun masih banyak hal yang belum didefinisikan dibangku akademik perguruan tinggi mengenai seluruh detail yang ada disekitar kita.
apa yang kita lakukan? maksud gw yang seharusnya kita lakukan. mencari..mencari…dan mencari. mencari tidak hanya “menginginkan menemukan” akan tetapi pula merupakan proses compare inner believe dengan will.
sehingga tidak ada yang salah dengan kecocokan, ketidak sesuaian, atau yang lainnya. tetapi yang kita butuhkan adalah “lalu bagaimana”. pilihannya ada dua, apatis atau yang lainnya integratif. kenapa gw menggunakan kata2 integratif, adalah karena apa yang seharusnya kita lakukan adalah going to a better life with any condition among us.
banyak yang menjemukan dengan dugaan ini. banyak yang perlahan-lahan membalikkan ibu jarinya dari thumbs up to thumbs down. mengapa? karena kita saat ini hidup di lingkungan yang sangat beraneka ragam. yang dapat mensupport kita kedalam banyak hal baik ke arah yang buruk maupun kearah yang baik. sehingga kenyamanan yang dipertaruhkan disini.
malam ini sesungguhnya ada banyak hal ingin gw ceritakan kepada semua orang. malam ini pun sesungguhnya banyak yang ingin gw perlihatkan kepada orang. malam ini gw belajar banyak hal. tapi sayang kebanyakan datang dengan dugaan. dan mereka pergi dengan penyesalah. hey, look around..
on the nite like this, you will never find any unique experience as i did. lupakanlah. karena gw ga pernah bermasalah dengan itu. but please do not judge any life in any side of world except you tell me what you got on your nite now. sehingga mungkin saat ini kita bisa berada dengan secangkir kopi hangat yang mengepul menceritakan banyak hal, tertawa dan menangis.
1.40 am. 261209. my lovely home. HMS
Markaz Islamy
Kadang perubahan itu penting. bahkan bagi eksistensi suatu peradaban. Dimana agar masyarakat didalamnya dapat menjadi lebih baik dan terupgrade dalam banyak hal. Namun hal apakah yang harusnya peradaban tersebut butuhkan untuk menjawab kebutuhan besar tersebut?
Contoh yang menarik mungkin ada pada gambar ini. bagaimana suatu eksistensi masyarakat diupayakan melalui hal yang sangat dasar dari suatu tujuan keberadaan manusia. hal dasar yang menjadi dasar bagi banyak hal. Seharusnya..
Suatu masjid kecil yang digantikan dengan suatu pusat keislaman. Yang tidak hanya menjadi pusat peribadatan islam tetapi menjadi pusat bagi pendidikan keislaman. Siapa sasarannya? seluruh lapisan masyarakat. Tidak ada yang seindah ini dalam kerangka membangun suatu masyarakat madani. longlasting life within spiritual power (inside).
Akan saya perkenalkan. ini adalah markaz islamy kabupaten Kamper, Riau
The Unexpected Nation
Every tribe in our nation is always related to a religion. Bangsa ini besar dengan berbagai macam budaya bangsa. Yang setiap titik dari kebudayaan tersebut memiliki landasan yang jelas yang awalnya berdiri sendiri atas nama kepercayaan masing-masing. Minimal animisme (meskipun oficially gw tak sepakat).
Melayu merupakan salah satu dari banyak suku besar yang ada di Indonesia. Ini jelas bahkan melayu dalam artefak kuno dikatakan merupakan suatu “ras”. It is not just about cultural, but means characteristic. Ras ini merupakan bangsa yang hidup dari budaya berdagang. Kita tahu selat malaka dahulu kala merupakan salah satu pusat peradaban terbesar didunia dimana bangsa barat dahulu yang awalnya datang untuk mencari rempah-rempah kemudian pula akibat terpesona melihat keelokan geografis negeri ini, maka akhirnya pun menambahkan misi penjajahan dan pendudukan bagi bangsa melayu ini. Kita pun akhirnya kenal perompak yang ada di selat malaka pada masa kejayaannya sempat menjadi perompak yang paling ditakuti di dunia.
Namun perlahan bangsa melayu ini “semakin tertinggal”. Bukan tertinggal, lebih tepatnya adalah perkembangan bangsa ini berjalan relatif lebih slow dari pada yang lain. Mengapa hal itu terjadi?
Ternyata ada hal-hal yang oleh bangsa melayu tidak dapat tinggalkan dengan begitu cepat dan begitu mudahnya. Dan saya berharap inilah idealisme kita. Untuk tidak meninggalkan hal tersebut. Yaitu the power of religion. About the religion inside the the culture, or/and , the culture inside the religion. It must permanently integrate for all kind of rules.
Kenapa pada kalimat sebelumnya saya bilang “…dengan begitu cepat dan begitu mudahnya.” Karena sadar atau pun tidak akibat dari akulturasi budaya manapun yang ada di Indonesia khususnya akan mengalami degradasi yang diskrit maupun kontinu, meskipun degradasi yang terjadi kebanyakan adalah degradasi yang kontinu dengan orde eksponensial. Sangat menarik. Hingga suatu saat dari kekontinuan ini banyak hal yang dianggap tabu menjadi tidak tabu, banyak hal yang tidak halal menjadi halal, banyak hal yang beradab menjadi biadab.
Mengapa hal itu terjadi, (sekali lagi)? Yang pasti ada banyak penyebabnya. Satu hal yang menarik dari berbagai jenis penyebab tersebut adalah, ‘kita tidak memiliki jati diri’. Bangsa ini (our nation, Indonesia) setiap harinya hanya mencontek dan meniru dan kemudian menelan mentah-mentah apapun yang mereka lihat dan hadapi. Menjadi orang yang terperdaya dengan sangat hina. Menganggap indah apa yang singgah. Dan dengan mengecilkan nilai-nilai kebenaran yang seharusnya. Aku, kalian, dan kita, adalah domba bagi diri sendiri. Penghianat bagi budaya sendiri.
Lalu apa? Lets move on. Jadilah orang yang beragama. Dan dengan mengamalkan agama yang kalian miliki. Jangan jadi orang yang bodoh. Allah (this is God, that I trust..) memberikan kedudukan yang spesial bagi orang-orang yang berilmu. Jangan mau jadi orang yang terseok-seok dengan kebodohan. Apalagi munafik dengan keberadaan dan nilai-nilai luhur serta mulia agama. Maka sudah seharusnya kekuatan keagamaan ini harus benar-benar terikat kuat dengan bangsa kita terlebih lagi dalam konteks budaya bangsa. Keduanya akan menjadi kekuatan yang sangat hebat untuk bangsa kita kedepan agar lebih memiliki kepribadian dan jati diri yang baik.
The Caller

The Caller. Berangkat dari kenangan masa lalu dua orang sahabat pada tahun 1944. Saat itu France mendapat serangan dari Germany. Dua orang karakter dalam film ini adalah Jimmy dan Frank. Seiring berjalannya waktu, diumurnya yang kini telah tua, kini mereka terpisah dan satu sama lain.
Jimmy adalah satu dari dua orang sahabat tersebut yang masih mengingat temannya frank. Akan tetapi frank sudah sangat lama melupakannya. Hingga akhirnya jimmy kemudian membuat suatu game kepada frank, untuk mengingatkan kembali frank kepada dirinya. Jimmy menjadikan frank sebagai the caller dalam permainan ini untuk dapat mematai kehidupan jimmy.
Film dengan tempo yang sangat santai dan dengan dialog yang cukup impresif (bahkan filmnya gw tonton ga ada sub-nya). Tapi lumayan easy buat dipahami. You may check this out.
Twilight

Twilight, awalnya gw kira ini film pure tentang kisah cinta (makanya agk males nonton filmnya). Lumayan kaget pas liat ternyata ada serigala-serigala segala . Di film ini ada dua karakter utama, yaitu Bella dan edward. Awalnya Bella adalah wanita yang baru pindah ke kota Fork, suatu kota kecil dimana ayahnya bertugas sebagai chief polisi daerah tersebut.
Kemudian di sekolah ia bertemu dengan edward yang ternyata setelah diketahui merupakan bagian dari sekelompok vampire. Kemudian mereka jatuh cinta dengan Bella yakin sepenuhnya dengan Edward tanpa takut darahnya akan diambil oleh edward.
Hingga suatu hari bella ikut dalam permainan baseball keluarga Edward, ia bertemu dengan sekelompok vampire yang tengah buron oleh polisi. Ternyata melalui kemampuan yang dimiliki oleh Edward dan Alice, mereka mengetahui salah satu dari mereka merupakan seorang tracker, yang merupakan seorang pemburu darah manusia. Terlebih lagi darah wanita muda seperti Bella. Hingga akhirnya keluarga edwrd yang awalnya telah berniat untuk meninggalkan kehidupan mereka sebagai vampire, pun kemudian terlibat dalam usaha penyelamatan Bella dari perburuan James, sang tracker.
Film yang sangat mudah untuk dimengerti, dan untuk lebih jelasnya, silahkan tonton filmnya. Atau bahkan lebih baik baca juga novelnya.
District 9
District 9, merupakan suatu lokalisasi bagi koloni prawns atau mungkin sejenis alien dalam film ini. ide film ini sangat menarik dan gw rasa sangat segar bagi referensi film kita. Film ini berlatarkan kota johannesburg, suatu kota besar di Afrika Selatan. kenapa Afrika Selatan? gw ga tau pastinya kenapa.
Adalah Wikus, sebagai aktor di dalam film ini yang awalnya adalah seorang petugas dari MNU (Multi National United), perusahaan pengawas district 9 yang melakukan penelitian terhadap senjata luar angkasa yang hanya bisa digunakan oleh koloni prawns tersebut. Sampai suatu saat Wikus ditugaskan untuk memindahkan district 9 ke district 10, dia menemukan banyak hal-hal yang mengejutkan dari kehidupan yang tidak terekspos selama 20 tahun pada koloni prawns yang hidup pada district 9.
Dari sinilah ceritanya dimulai. yang menarik pada film ini adalah, bagaimana film ini menggambarkan kehidpan yang selama 20 tahun prawns dan manusia jalani. Hidup berdampingan dengan masing-masing salang memiliki kebutuhan, kebutuhan yang terkadang saling beririsan. Hmm. now i know what happen if they are besides us.
taman bermain ataukah taman belajar?
telled on saturday, 07/03/09
naif rasanya jika kita berkoar-koar mengkritisi banyak hal mengenai pendidikan. Suatu hal yang sejak dari kita berumur 5 tahun telah dijejali kedalam hidup kita. Dan tanpa disadari dengan suatu ekskalasi yang pun secara tidak langsung mempartisi pembelajaran tersebut kedalam bentuk 4 bangku sekolah. yaitu TK, SD, SMP, dan SMA.
sistematis memang. namun ada banyak hal yang dapat kita lirik mengenai proses pendidikan yang tengah berlangsung saat ini. Disini, dimanapun kita berada, dan ditempat lain dimanapun kita merasa, ada berbagai bentuk sekolah yang tengah berlangsung dan telah ada. Mulai dari bentuk pendidikan yang dengan metode lama bahkan hingga dengan metode baru. Akan tetapi pada dasarnya semuanya bertujuan mulia yang sama, yaitu untuk mencerdaskan masyarakat.
Mengenai bagaimanakah proses pencerdasan tersebut terjadi, apakah itu selalu melalui proses belajar? kebanyakan adalah benar. namun tidak seluruhnya berawal dari proses belajar. Bohong kalau misalnya semua yang kita lakukan dilembaga pendidikan merupakan proses pembelajaran. Ternyata yang paling dominan adalah terdapatnya proses interaksi disana. dan pun ternyata tidak semua interaksi berujung yang pada pembelajaran.
pembelajaran atau belajar menurut kamus besar bahasa indonesia adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Nah, apakah proses ini berlangsung sebagaimana mestinya dalam pendidikan kita. Jawabannya adalah ya jika itu dalam konteks pelaksanaan ujian.
kehipokritan kita ternyata bertambah setelah kita menyadari realita masyarakat kita saat ini. yaitu jenjang pendidikan hanyalah untuk pencapaian suatu gelar dan kedudukan sosial di masyarakat. tetapi bukan untuk belajar sebagaimana mestinya. Sekali lagi ternyata interaksilah yang selama ini ada dilingkungan pendidikan.
Interaksi bukanlah suatu hal yang sangat penting. bahkan akan cenderung buruk jika itu disistemkan. Mari kita lihat definisi interaksi menurut kamus besar bahasa indonesia adalah hal saling melakukan aksi, berhubungan, mem-pengaruhi; antarhubungan. artinya pendidikan dilembaga pendidikan ternyata hanyalah didominasi oleh proses interaksi sebagaimana yang dijelaskan didalam definisi tersebut. Inilah fakta sosial yang harus pemerintah bahkan pelaku pendidikan telan selama ini.
Sekarang jika kita melirik kepada proses pendidikan yang ada saat ini, mengenai porsi yang ada, adalah terdapat suatu sistem yang kita kenal dengan sebutan kurikulum pendidikan. kurikulum pendidikan yang ada saat ini secara keseluruhan diekskalasikan dengan empat jenjang pendidikan sekolah wajib. yaitu sebagaimana yang telah disebutkan diatas. pada setiap jenjangnya pun sekolah tersebut memiliki kurikulum yang terspesifikasi melalui mata pelajaran atau mata ajaran.
hal yang disayangkan adalah kurikulum hanya dideskripsikan monoton kearah mata ajaran saja, yang kita tahu bukan merupakan suatu proses yang sangat esensial dalam pelaksanaan pendidikan. sebagaimana yang telah dipaparkan sebelumnya. Dan bahkan kurikulum dikebanyakan sekolah negeri tidak dapat berkembang kearah pengembangan peserta didiknya melainkan hanya berupa penyeragaman sasaran materi ajar. sehingga wajar sekolah negeri di negeri ini cenderung tidak dapat berkembang kearah peserta didik atau peserta ajar selain jika beberapa sekolah tersebut melakukan pembenahan secara mandiri mengenai hal-hal diluar kurikulum untuk mengejar kurikulum tersebut. dan hal tersebut pun hanya berkontribusi sedikit saja
Sekarang mari kita tinjau bagaimana usulan perbaikannya, setelah kita mngetahui apa yang terjadi dan apa yang telah tersistemkan. Sebagaimana yang kita ketahui terdapat bentuk ekstrakurikuler dan intrakurikuler yang terdapat pada sistem pendidikan saat ini.
menurut kamus besar bahasa indonesia ekstrakurikuler berarti berada di luar program yg tertulis di dl kurikulum, spt latihan kepemimpinan dan pembinaan siswa. sedangkan intrakurikuler adalah kegiatan siswa di sekolah atau mahasiswa di kampus yg sesuai atau sejalan dng komponen kurikulum.
Kedua sistem ini merupakan bentuk yang saling melengkapi dalam proses pendidikan saat ini. yaitu sinergisasi antara kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ini salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam pembenahan sistem pendidikan yang ada melalui kurikulum berbasis kompetensi yang biasa dikenal dengan KBK. sehingga diharapkan dapat merangkul aktivitas intrakurikuler dan ekstrakurikuler yang ada.
Namun dengan pembenahan ini, ternyata pun masih terdapat celah pendidikan yang lain mengenai bagaimana seharusnya pendidikan tersebut ada dan dilangsungkan. yaitu mengenai pola interaksi yang seharusnya lebih unggul ketimbang pola belajar yang selama ini ada didalam proses pendidikan. Nah, singkatnya, solusi mengenai celah ini adalah berupa perubahan pola sistemik prioritas mengenai pendidikan tersebut terkait dengan bentuk penyelarasan aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik dibangku sekolah. Artinya yaitu dengan mengganti pola interaksi yang tadinya didefinisikan di dalam ekstrakurikuler menjadi intrakurikuler dan sebaliknya belajar yang tadinya terdapat di dalam intrakurikuler didefinisikan kedalam ekstrakurikuler
artinya, harusnya kurikulum memuat mengenai berbagai macam ekskalasi pola interaksi dan bukan mengenai ekskalasi mengenai materi ajar. sehingga belajar tidak lagi merupakan suatu ketakutan semata melainkan suatu proses yang secara sadar dilaksanakan dan secara sadar bukan dipaksakan
jadi bisa jadi benar mengenai proses yang terdapat di dalam bentuk-bentuk sekolah swasta yang informal semacam home schooling, private schooling, dsb. Dan semuanya memerlukan tinjauan ulang bahkan ketika koreksi ini dipaparkan.
pak tua dan sawahnya
telled on thursday, 12/03/09
teman-teman, gw pernah mendengar cerita. sebuah bedtime story mungkin. mengenai kehidupan seorang pak tua yang hanya hidup dengan seorang anaknya yang lumpuh. anak tersebut hanya bisa berbaring. tidak sepatah katapun ia lontarkan kepada sang ayah. tak sedikitpun ia meminta bahkan hanya sebatas pengharapan. ia tahu apa yang dilakukan oleh sang ayah pastilah yang terbaik buat dirinya.
Suatu hari sang ayah bertanya pada anaknya. “nak, bagaimanakah dengan hidupmu saat ini?, adakah suatu kekurangan yang masih belum terpenuhi?”
kemudian sang anak hanya tersenyum lepas,”ayah, inilah aku, anakmu ini, yang tidak berdaya ini, yang tidak memiliki keinginan ini. apakah sebenarnya yang membuatmu begitu sayang padaku, ayah?”
kemudian sang ayah menjawab. “bukan sayang anakku, yang melandasiku berbuat seperti ini, bahkan bukan cinta pula yang sebenarnya membuatku melakukan ini”
sang anak kemudian dengan tersenyum menjawab, “lalu ayah? apakah arti hidup kita ini?”
ayahanda kembali menjawab, “mengapa kau masih saja mempertanyakan itu? bukan arti hidup yang sebenarnya engkau dan aku cari anakku. bukan pula makan dan minum yang membuat kita semakin dapat berdiri, dan bukan pula air yang dapat membesahi tubuh ini anakku yang dapat memberikan kesegaran setiap harinya”
sang ayah diam sejenak sambil menatap kosong dan tersenyum, dan kemudian menambahkan “aku bukanlah siapa-siapa, tempat kau bisa bertanya, dan tempat engkau mencurahkan hati dan perasaanmu kepadaku. aku pun bukanlah bintang yang dapat bercahaya dalam kegelapan. hidup melainkan adalah karunia mengenai apa yang telah diberikan kepada kita yang harus kita jalani apa adanya tidak lebih dan tidak kurang. tidak berlebihan pun tidak merasa kekurangan. aku senang kau ada disini, bukan sebagai anakku. melainkan sebagai inilah hidup yang telah diberikan kepadaku. kau bukan anakku, pun bukan siapa-siapa. aku hanya menjalani apa adanya”
kemudian mereka saling tersenyum. tanpa menatap-apa2. Sang ayah pun semakin renta..
dua hari kemudian mereka terjaga. dan sang ayah kembali berucap, “nak, apa kau lapar?”
sang anak menjawab, “bukanlah makanan yang aku butuhkan, ayah. melainkan inilah hidup yang telah aku dapatkan”
dan merekapun kembali tersenyum.
sang anak pun menambahkan, “aku tahu saat ini kau pasti lapar. betapa berat hidupmu ayah”
ayah pun menjawab, “seandainya aku, jika aku masih bisa. maka tak akan aku siasiakan. tak akan aku biarkan kau kelaparan”
kemudian mereka kembali tersenyum. dan dua hari kemudian mereka pun meninggal.
indah sekali bukan.
….
Inilah hidup kawan. tak ada yang sempurna. tidak ada nilai. tidak ada baik maupun buruk. beruntung kita diberikan hidup yang normal. atau minimal lahir dalam lingkungan yang baik oleh orang tua kita.
jika hidup ini diulang, bahkan tidak ada satu makhlukpun atau sesuatupun yang dapat menjamin kita kelak akan lahir di tempat yang sama.
seandainya ruh-ku bahkan roh-kita dulu ditiupkan pada tempat yang sama seperti sang anak tersebut. apakah kita masih akan mempertanyakan hidup? atau minimal mempertanyakan hidup yang telah diberikan?